Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Ini Saatnya Pengusaha Tambang Lokal Beli Saham Asing

SELASA, 12 APRIL 2016 | 15:51 WIB | LAPORAN:

Rencana sejumlah investor asing berencana melepas saham di perusahaan tambang nasional dapat menjadi peluang terbaik bagi perusahaan nasional mengelola sumber daya alam dalam negeri.

Mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Simon Felix Sembiring, menjelaskan saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor lokal mengakuisi saham asing di sektor pertambangan Tanah Air.

"Sekarang saatnya investor lokal mengembangkan sumber daya alam kita. Kalau sudah banyak duit kenapa harus bergantung sama asing lagi,” kata Simon kepada wartawan, Selasa (12/4).


Simon menanggapi rencana perusahaan-perusahaan asing melepas saham di sektor pertambangan. Setelah Newmont yang akan melepas saham ke Medco, dalam beberapa waktu terakhir beredar kabar BHP Billiton diam-diam juga akan melepas saham di PT Indomeat Coal (IMC). BHP menguasai 76 persen di IMC, sisanya dimiliki PT Adaro Energy Tbk.

Simon menegaskan, kondisi saat ini merupakan era investor lokal membeli saham asing. Setelah Medco, kini Adaro berkesempatan untuk lakukan hal serupa di proyek IMC.

Sekarang dia kan bangsa kita, kenapa enggak di-support juga daripada dia bikin usaha di China, padahal duitnya dari sini. Sekarang pemerintah bikinlah iklim yang kondusif,” tutur Simon.

Ia mengatakan, semestinya pemerintah mendukung pengusaha nasional dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Alam-nya. Namun, Simon menambahkan, langkah perusahaan nasional mengakuisisi saham perusahaan asing harus tetap dengan pertimbangan dan analisa risiko. Yang jelas, akan sangat baik bila ada perusahaan nasional yang mampu melakukan itu.

"Kalau kita sudah punya kemampuan finansial, apa yang tidak bisa kita beli, yang penting kita mengontrolnya. Kita profesional," tegasnya

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Energi Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menyatakan bahwa idealnya perusahaan asing seperti Newmont dan BHP Billiton yang akan melakukan penjualan saham di Indonesia harus melapor terlebih dulu ke pemerintah. Hingga saat ini, BHP Billiton memang belum melaporkan rencana penjualan 76 persen saham mereka di PT IMC kepada pemerintah. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya