Berita

Bisnis

Kebijakan Revaluasi Rizal Ramli Selamatkan BUMN Dari Kolaps

SELASA, 12 APRIL 2016 | 13:47 WIB | LAPORAN:

Kebijakan revaluasi atau menghitung kembali jumlah aset suatu perusahaan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) muncul atas inisiatif Rizal Ramli yang dikenal piawai dalam menyelamatkan perusahaan yang nyaris kolaps atau tengah down.

Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Abdulrachim bercerita, kebijakan revaluasi pada awalnya dikeluarkan oleh Rizal Ramli saat menjabat Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada saat itu, tahun 2000, Perusahan Listrik Negara (PLN) mendatangi pemerintah memohon agar disuntikkan modal. Kondisi PLN nyaris kolaps, lantaran hutang melebihi jumlah aset yang dimiliknya.


"Rizal Ramli menolak, namun meminta dilakukan revaluasi aset, atau menghitung kembali aset PLN," ulas Abdulrachim saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (12/4).

Revaluasi merujuk pada menghitung kembali atau dibuat evaluasi lagi aset suatu perusahaan, misalnya mesin-mesin yang dibeli 20 tahun lalu, sehingga harganya meningkat beberapa kali lipat.

"Nah kasus PLN itu, nilai asetnya melonjak hingga 200 triliun lebih, sehingga kondisi keuangan PLN kembali sangat sehat, dan perbankan mau lagi menjali hubungan dengan PLN," ujarnya.

Di masa kini, menurut Abdulrachim, sewaktu Rizal Ramli masuk kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK, kondisi perekonomian Indonesia kurang baik. Rizal Ramli kemudian mengusulkan untuk dilakukan revaluasi terhadap aset-aset BUMN. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas perekonomian.

"Pada paket kebijakan ekonomi ke V, Rizal Ramli mengumumkan sendiri soal revaluasi aset dan dalam hanya tiga bulan, aset BUMN melonjak hingga 845 triliun lonjakannya. Sehingga aset seluruh BUMN menjadi 6 ribu triliun," beber Abdulrachim.

Ia menambahkan, tahun 2016 ini Pertamina akan melakukan revaluasi aset. Perusahaan migas negara itu setidaknya memiliki 22 anak perusahaan, dengan aset yang terbilang sangat besar karena jumlah kilang-kilang minyaknya yang banyak.

"BUMN-BUMN yang revaluasi bisa mempunyai kemampuan meminjam ke bank jauh lebih besar, atau menerbitkan obligasi karena adanya aset yang melonjak," demikian Abdurachim.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya