Berita

Arif Havas Oegroseno/net

Bisnis

Indonesia Khawatir Seluruh Eropa Terapkan Pajak Progresif Sawit

SENIN, 11 APRIL 2016 | 18:32 WIB | LAPORAN:

Indonesia menolak rencana penetapan pajak progresif untuk semua produk berbasis minyak kelapa sawit oleh Perancis.

Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Arif Havas Oegroseno, mengatakan, jika kebijakan penetapan pajak sawit oleh Perancis benar-benar terjadi, bisa terjadi efek domino yang menjalar ke negara-negara Eropa lainya.

"Ini akan menjadi efek menjalar. Kalau Perancis bikin, negara-negara Eropa yang lain ikut mencontoh," kata Arif di kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Senin (11/4).


Arief juga mengungkapkan tentang rencana adanya deklarasi Amsterdam. Di dalam deklarasi tersebut, produk sawit diwajibkan sustainable atau ramah lingkungan. Sementara Belanda sendiri sampai saat ini tidak mengenakan tarif apapun untuk produk sawit Indonesia.

Namun, jika Perancis benar-benar merealisasikan penetapan pajak progresif untuk produk sawit, maka Belanda dan negara lain juga diprediksi mengikuti.

"Jadi bukan hanya Belanda, Uni Eropa yang kita takutkan bisa 28 negara langsung menerapkan," ucapnya.

Karena itu, Arief melanjutkan, pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan pihak Perancis. Misalnya dengan mengusulka kebijakan pajak diberikan untuk produk sawit yang tidak ramah lingkungan atau tax non sustainable.

"Misalnya untuk sawit yang ramah lingkungan itu dikenakan tax sebesar 30 persen. Sisanya tidak perlu dikenakan. Atau bahkan, bisa diberikan reward untuk para eksportir sawit yang sustainable,"ujarnya.

Menurut Havas, pemerintah siap melakukan negosiasi dengan Pemerintahan Perancis terkait pengenaan pajak sawit.

"Ini kan masih diproses Perancis, keputusannya pada bulan Juni. Kita akan negosiasi dan kasih usulan kepada Perancis nantinya," tuturnya. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya