Berita

Bisnis

Pemerintah Harus Dorong Pertamina Garap Blok Masela

SENIN, 11 APRIL 2016 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Ada celah di mana bisa dimanfaatkan oleh Pertamina untuk ikut menggarap kekayaan alam Indonesia di Blok Masela, kendati kilang abadi tersebut telah dikontrak dan digarap oleh Inpex, perusahaan dari Jepang.

Staf ahli Bidang Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya , Haposan Napitupulu menjelaskan, kesempatan Pertamina tersebut dapat diperoleh pada saat perundingan kerjasama Indonesia dan Inpex pada 2018 mendatang. Kontrak Inpex sendiri akan habis pada 2028, yang berarti 10 tahun sebelum kontrak habis, Inpex pasti akan berunding dengan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang kontrak hingga 20 tahun lagi, atau berakhir di 2048.

"Disitu titik masuknya. Inpex nego, minta perpanjang, pemerintah bisa mengajukan syarat, yakni kontrak bisa diperpanjang dengan syarat Pertamina dilibatkan," kata Haposan di Jakarta, Senin, (11/4).


Untuk mencapai hal itu, Haposan mengatakan, dibutuhkan kemauan dan kehendak kuat dari pemerintah untuk mengedepankan perusahaan nasional dalam hal ini Pertamina untuk mengelola Blok Masela.

"Pemerintah bisa bilang, oke Inpex, kami perpanjang, tapi Pertamina diikutsertakan. Willingness dari pemerintah dibutuhkan," kata dia.

Terutama juga ada dorongan dari SKK Migas untuk mengedepankan keuntungan negara, B to B (business to business) antara Inpex dan Pertamina sangat dimungkinkan.

"Di Negara-negara lain begitu, BUMN mereka terlibat dalam eksplorasi sumber daya dalam negeri mereka," terang dia.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya