Berita

rizal ramli/net

Politik

Morotai, MacArthur, Dan Rizal Ramli

MINGGU, 10 APRIL 2016 | 14:36 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KALAU kita buka peta dan membaca kembali sejarah Perang Dunia II di kawasan Asia Pacific, Morotai adalah salah satuwilayah penting. Salah satu pulau di antara ratusan pulau di Kepulauan Maluku itu diperebutkan oleh tentara Jepang dan Amerika (sekutu) lantaran letaknya yang strategis berdekatan dengan Filipina, Vietnam, Hong Kong, dan juga China.

Waktu Desember 1941 Jepang menghancurkan Pearl Harbour yang  membawa Amerika terlibat Perang Dunia II, Presiden Amerika Franklin Delano Roosevelt memanggil seorang jagoan perang bergaya serampangan tetapi nekat namun penuh terobosan, karena cara berpikirnya yang out of the box. Douglas MacArthur yang waktu itu sudah pensiun dari jabatan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika diminta Roosevelt supaya kembali aktif untuk menjalankan special mission.

Dalam konteks Indonesia hari ini Doktor Rizal Ramli dan MacArthur ternyata punya kesamaan. Dua tokoh penting berbeda zaman ini ternyata sering mendapat special mission dari negara.


Sebagai komandan South West Pacific Area, MacArthur memilih Morotai (luasnya 1.800 km persegi) sebagai pangkalan udara dan fasilitas angkatan laut Amerika untuk mendukung pembebasan Filipina, khususnya Mindanao, dari tangan pasukan Jepang.
Rizal Ramli mulai menjalani special mission sewaktu Presiden Gus Dur memintanya untuk memimpin Bulog menggantikan Jusuf Kalla.

Rizal yang pernah melawan rezim koruptif dan otoritarianisme Soeharto itu langsung memberesi Bulog antara lain dengan menertibkan berpuluh-puluh rekening liar yang waktu itu diistilahkan sebagai dana non budgeter yang boleh dipakai seenaknya oleh pejabat Bulog dan untuk kepentingan politik penguasa rezim Soeharto.

Beres membenahi Bulog, Rizal disuruh Gus Dur membenahi IPTN, pabrik pesawat terbang nasional yang waktu itu kena gejala bangkrut. Rizal bergerak cepat, membenahi struktur manajemen dan direksi serta merekomendasikan Djusman Syafei Djamaluntuk duduk di kursi direktur utama.

Dalam hati sempat terbersit pertanyaan menggelitik: apa hubungannya kok seorang Kepala Bulog disuruh membenahi manajemen pabrik kapal terbang?

Nah, itulah Presiden Gus Dur, mampu melihat kelebihan Rizal yang antara lain gesit tangan, gesit pikir, dan gesit gaul. Kedua tokoh ini juga punya kesamaan, sama-sama nyentrik, sama-sama mantan aktivis, anti feodal, anti KKN, menyukai terobosan, dan cara berpikirnya out of the box. Terpesona pada kecanggihan Rizal Gus Dur kemudian minta Rizal jadi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan. Tugas ini dijalankan Rizal secara baik dengan prestasi dan reputasi yang tidak kalah dari jabatan sebelumnya.

Apa special mission Rizal Ramli di era Presiden Jokowi saat ini? Dalam kaitan dengan tulisan ini sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya yang antara lain membawahi Kementerian Pariwisata, Rizal Ramli sedang membenahi Pulau Morotai, sebagai salah satu titik destinasi dari sepuluh destinasi wisata nasional yang dicanangkan.

Rizal yang gesit dan punya jaringan luas internasional kini sedang memperjuangkan agar Morotai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Sebagai Menko Rizal Ramli tentu bukan cuma paham pada visi sejarah tetapi juga visi kesejahteraan yang harus diwujudkannya untuk kemajuan masyarakat di Wilayah Timur Indonesia, khususnya Morotai yang berada di Wilayah Maluku Utara, dan masyarakat Kepulauan Maluku pada umumnya.

Seperti halnya MacArthur yang memberikan legacy kepada Presiden Roosevelt dan Amerika, Rizal Ramli telah memberikan legacy-nya kepada Presiden Gus Dur, Rizal mendedikasikan kerja dan jabatannya untuk Indonesia.

Kini Rizal memberikan legacy dan kredit point kepada Presiden Jokowi untuk mewujudkan Tri Sakti, Nawa Cita, dan Revolusi Mental.***

Penulis adalah wartawan senior Rakyat Merdeka.







Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya