Berita

basuki tjahaja purnama/net

Bisnis

Budayawan Dukung Ahok Labrak Aktivis Antirokok

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 18:54 WIB | LAPORAN:

Budayawan Mohamad Sobary mendukung sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang melabrak aktivis antirokok termasuk mahasiswa dan juga media asing yang arogan minta membubarkan penyelenggaraan World Tobacco Process and Machinery (WTPM) yang rencananya akan berlangsung di Jakarta, 27-28 April 2016.

"Sikap Ahok ini harus didukung. Beliau tokoh nasionalis yang tegas melindungi bangsanya. Kita dukung," tegas Sobary, saat dihubungi, Kamis (7/4).

Seperti diketahui, hari ini Kamis (7/4), Ahok juga menceramahi aktivis antirokok dengan menyebut mereka tak pernah mengkritisi kebijakan industri farmasi.


"Anda masukin semua produk farmasi, rokok-rokok sintetis, pernah teliti enggak itu bisa bikin kanker apa enggak. Asing jangan atur-atur Indonesia," kata Ahok.

Sikap Ahok itu, kata Sobary, sudah tepat karena pemerintah juga menegaskan rokok bukan barang ilegal. Apalagi kontribusi ekonomi dari petani tembakau tak bisa dibilang kecil.

"Sebaiknya kalangan anti rokok lebih banyak lagi membaca tidak asal bicara," tegas Sobary.

Jika tetap memaksakan penutupan pameran yang notabene sudah dapat izin resmi, maka siap-siap saja kalangan antirokok itu berhadapan dengan aparat penegak hukum.

"Terserah mereka kalau mau benturan dengan polisi," ketus Sobary.

Sobary mewanti-wanti agar aktivis antirokok untuk tidak memaksakan kehendak karena segala regulasi yang sudah dibuat pemerintah juga untuk tujuan keadilan sosial, tidak hanya demi kepentingan satu kelompok.

Bahkan, Sobary menyentil para aktivis rokok untuk mencoba metode penyembuhan berbahan tembakau seperti metode balur "Divine Cigarette" Dr Gretha di Malang agar cara berpikirnya lebih lurus. "Kon balur di Dr Gretha," sindir Sobary.

Sobary menilai, ada begitu banyak kalangan yang tidak mampu melihat sisi positif sektor tembakau. Hal itu terjadi karena mereka umumnya sudah dipengaruhi kepentingan lobi-lobi asing. Padahal di balik asap rokok kretek yang mengepul, ada ideologi dan nasionalisme yang didengungkan para petani untuk untuk membela kehidupan bangsa.
 
"Campur tangan kepentingan asing yang sangat merugikan kepentingan bangsa kita, ternyata ada saja orang Indonesia yang tidak bersedia memihak kepentingan Indonesia," sindir Sobary.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya