Berita

Maneger Nasution:net

Wawancara

WAWANCARA

Maneger Nasution: Di Jenazah Siyono Ditemukan Luka Bekas Benturan Benda Tumpul Dan Patah Tulang

RABU, 06 APRIL 2016 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Proses autopsi terhadap jenazah Siyono, terduga teroris asal Klaten, Jawa Tengah, telah selesai dilakukan. Autopsi dilakukan sembilan dokter forensik yang ditunjuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan seorang dokter dari Polda Jawa Tengah.

Santer diberitakan adanya pe­nolakan dari aparat desa setempat terhadap autopsi jenazah Suyono. Namun, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution menyatakan, autopsi berjalan dengan lan­car. "Faktanya justru warga yang menyediakan beberapa kebutuhan Kokam Pemuda Muhammadiyah dan Tim Dokter Forensik," katanya. Berikut pen­jelasan Maneger kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Bagaimana perkembangan kasus kematian Siyono?
Syukur alhamdulillah pros­es autopsi jenazah almarhum Siyono telah selesai dilaksana­kan akhir pekan lalu.

Syukur alhamdulillah pros­es autopsi jenazah almarhum Siyono telah selesai dilaksana­kan akhir pekan lalu.

Berapa lama prosesnya?
Proses autopsi berlangsung sekitar 3,5 jam.

Tim forensiknya dari ma­na?
Prosesnya dilakukan secara bersama sembilan Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah dan Dokter Forensik Polri.

Sempat terdengar adanya penolakan autopsi, kenapa?

Autopsi berlangsung lancar dengan dukungan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah bersama TNI/Polri, dan warga sekitar yang sebelumnya diklaim oleh Kepala Desa menolak. Faktanya justru warga yang menyediakan beberapa kebutuhan Kokam Pemuda Muhammadiyah dan Tim Dokter Forensik.

Autopsi adalah hak istri atau keluarga almarhum Siyono. Mereka berhak mengetahui sebab-sebab kematian Siyono.

Lalu bagaimana hasilnya?
Pada 23 Maret 2016, Suratmi alias Mufidah, istri Siyono, mem­berikan surat ke Komanas HAM untuk mengautopsi almarhum suaminya dengan tujuan mencari keadilan dan mengetahui sebab-sebab kematian almarhum suaminya. Hal yang sama, ibu Suratni, juga sampaikan kepada PP Muhammadiyah. Karena itu, Komnas HAM bersinergi membangun kemitraan strategis dengan PP Muhammadiyah. Komnas HAM memohon PP Muhammadiyah menugaskan Tim Dokter Forensik Muhammadiyah untuk mengautopsi almarhum Siyono sesuai keingi­nan istri almarhum.

Ada beberapa catatan penting sebagai temuan sementara yang disampaikan Dokter Forensik Muhammadiyah bersama Dokter Forensik Polri yang telah dis­ampaikan Ketua Tim Dokter Forensik, Gatot Suharto.

Apa saja?
Patut diduga jenazah Siyono belum pernah dilakukan au­topsi oleh siapapun sebelum­nya. Kedua, ditemukan luka dibeberapa bagian tubuh akibat benturan keras benda tumpul. Ketiga, ditemukan patah tulang jenazah.

Kapan akan diumumkan secara resmi?
Untuk hasil finalnya, Tim Dokter Forensik memerlukan waktu paling lama 10 hari untuk meneliti lebih jauh di laborato­rium. Dan hasil finalnya nanti akan diserahkan Tim Forensik PP Muhammadiyah kepada Komnas HAM.

Apakah sudah memberitahu­kan hasilnya ke Kepolisian?
Pada akhirnya nanti Komnas HAM akan menerbitkan re­komendasi hasil pemantauan terhadap kematian Siyono untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan. Dan, untuk me­menuhi hak publik atas informa­si tentu juga akan disampaikan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Komnas HAM dan PP Muhammadiyah kelihatan getol mengungkap, apa tidak takut disalahartikan malah mem­bela terduga teroris?
Soal terorisme, posisi Komnas HAM sudah sangat jelas. Tindakan kekerasan maupun terorisme den­gan motif dan oleh siapa pun ada­lah musuh kemanusiaan. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya