Berita

Chappy Hakim:net

Wawancara

WAWANCARA

Chappy Hakim: Bandara Halim Kudu Dievaluasi, Ratusan Orang Bisa Tewas Akibat Tabrakan Pesawat

RABU, 06 APRIL 2016 | 08:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penggunaan Pangkalan Udara TNI Halim Perdan­akusumah sebagai bandara komersil mesti secepatnya dievaluasi, jika tak ingin terjadi kecelakaan pesawat lagi.

Pria yang pernah memegang tongkat komando TNI AU ini sama sekali tak terkejut ketika mendengar peristiwa serem­petan pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 dengan pesawat Trans Nusa jenis ATR di lan­dasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, pada Senin (4/4) lalu. Dia sudah memprediksi sejak lama peristiwa itu bakal terjadi, lantaran Bandara Halim terlalu dipaksakan untuk didarati penerbangan komersial. Berikut ini pemaparan Chappy Hakim kepada Rakyat Merdeka terkait insisden kecelakaan tersebut;

Analisis yang Anda sampai­kan dalam wawancara bebera­pa waktu lalu mulai terbukti, apa komentar Anda?
Nggak ada komentar saya, sudah tahu itu akan terjadi kok. Tunggu waktu saja, pasti akan terjadi. Dan terjadi beneran kan.

Nggak ada komentar saya, sudah tahu itu akan terjadi kok. Tunggu waktu saja, pasti akan terjadi. Dan terjadi beneran kan.

Tapi masih ada saja pengamat penerbangan yang bilang kecelakaan itu bukan karena kepadatan penerbangan di Halim, tapi hanya karena human error?

Saya puluhan tahun terbang di Halim. Jadi saya tahu betul.

Yang terbaru, apa yang Anda ketahui?
Beberapa bulan yang lalu saya terbang di Halim, mau turun itu nunggu sampai 40 menit. Kalau pesawat itu harus menunggu sampai 40 menit di sebuah aero­drome yang run-way nya cuma satu, taxy-way nya nggak ada, itu tandanya apa? Gitu aja sekarang, silakan dijawab.

Lalu apa benar kecelakaan di Halim hanya karena human error?
Kalau dijawab human-error gampang, semua juga human-error, kalau nggak ada yang terbangin, nggak bakalan ada ke­jadian kan. Silakan dengerinlah banyak orang-orang sok tahu, orang-orang yang sok tahu sila­kan aja.

Kecelakaan Batik Air kemarin membuat masyarakat mulai banyak yang takut ter­bang di Halim. Apa memang separah itu?

Ini kan cuma nyerempet ya. Mungkin sebelum ini banyak yang hampir atau nyaris (ny­erempet). Jadi kan banyak ini, yang kita nggak tahu. Kalau didiamin ini fatal, bisa mening­gal banyak orang. Bisa ratusan meninggal kalau tabrakan pesa­wat dengan pesawat.

Sekarang hanya nyerempet, nanti bisa saja tabrakan kalau masih dibiarin...
Iya... Bagaimana penerbangan komersial mau pakai Halim, tanpa menambah fasilitas yang ada.

Jadi?
Run-waynya satu, taxy-way nggak ada, apron-nya sempit, dibabat aja sama penerbangan yang terus banyak. Bagaimana itu kalau... Itu kan berbahaya dan itu tinggal tunggu saja, akan celaka. Dan itu terjadi belakangan ini.

Kelihatannya ini seperti ada pembiaran ya?

Dalam penerbangan itu se­mua harus direncanakan den­gan matang. Itu pertama. Yang kedua, penerbangan itu tidak bisa hanya dikejar pertumbuhan penumpang dan pertumbuhan ekonominya saja. Tapi juga harus dipikirkan ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia), kesiapan infrastruktur, itu harus bersama-sama. Kalau hanya dikejar pertumbuhannya saja, izin rute dikasih ugal-ugalan nggak karu-karuan, yang terjadi ya seperti ini.

Dasar Anda mengatakan itu?
Pada waktu di Cengkareng kan mestinya diaudit dulu, di­periksa dulu, kenapa terjadi (kepadatan), kan nggak dilaku­kan. Yang dilakukan adalah cari-cari pangkalan lain untuk bisa menampung muntahannya, dengan cara dipindahin. Sudah gitu bukan muntahan saja yang dipindahin, tapi dia buka lagi rute baru justru di sana. Ini kan makin padat, makin ngawur semuanya. Istilahnya ini adalah mismanagement dari otoritas penerbangan sipil nasional.

Apa perlu ada pembatasan slot penerbangan di Halim?
Bukan pembatasan, tapi dicek dulu dong. Kenapa sampai ter­jadi, ini kan dari tahun 2010 pertumbuhannya (penumpang pesawat terbang) kan dari 10-15 persen. Kenapa? Karena per­tumbuhan kan tidak mendadak, nggak tiba-tiba. Kenapa pertum­buhan itu tidak direspons dengan baik. Dengan meningkatkan infrastruktur dan menyiapkan SDM. Kan pilot jadi kebanyakan pilot asing sekarang. Karena apa, karena nggak siap. Yang dikejar cuma cari duit, faktor finansialnya saja. Yang terjadi apa, ya kecelakaan. Gampang sekali kok itu sebenarnya. Ada kesalahan yang sangat fatal dan mendasar.

Lalu apa kira-kira yang harus dilakukan?
Semua stakeholder penerban­gan harus duduk bersama. Harus jujur membuka ada masalah apa, kemudian cari solusi sama-sama. Kalau itu tidak dilakukan, ya ng­gak usah tanya kalau nanti ada kecelakaan lagi. Ini kan, menge­jar pertumbuhan penumpang. Ini soal cari duit aja. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya