Berita

foto :net

Bisnis

NTP Menurun, SPI Curiga Program Tani Jokowi Ada Yang Salah Sasaran

SELASA, 05 APRIL 2016 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Kesejahteraan petani terus mengalami penurunan. Hal ini ditunjukkan dengan data Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikatornya, yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (1/4) lalu.

NTP nasional Maret 2016 tercatat sebesar 101,32 atau turun 0,89 persen dibanding Februari. Penurunan juga terjadi pada NTP subsektor tanaman pangan yang anjlok ke angka 100,69 dari bulan sebelumnya 103,31. Termasuk NTP subsektor perkebunan rakyat.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung, Mukhlasin memaparkan, data yang dimilikinya, harga Gabah Kering Panen (GKP) berkisar Rp 3.500 per kilogram, sedang Gabah Kering Giling (GKG) dihargai Rp 4 ribu per kg. Harga ini, menurut dia, bahkan lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah yang menetapkan GKP sebesar Rp 3.700/kg dan GKG dihargai Rp. 4.600/kg.


"Kelebihan pasokan beras saat panen raya dan kekacauan rantai dagang beras -kartel menjadi faktor yang paling mempengaruhi," terang Ketua Umum SPI, Henry Saragih.

Ia melanjutkan, dalam beberapa bulan belakangan kenaikan harga pangan juga tidak dinikmati langsung oleh petani, khususnya petani padi dan peternak unggas.

"Kartel harga pangan diduga keras menjadi biang kerok ketimpangan ini," tegasnya.

Di sisi lain, tanaman pangan, indeks jagung juga turun dari 135.84 ke 134.48. Ini berarti petani jagung wajib waspada. Dikaitkan dengan rencana pemerintah untuk meluncurkan benih jagung transgenik/GMO RR NK 603 produksi Monsanto, menurut Henry, kebijakan itu justru akan terus memperparah sektor pangan nasional karena kartel dan dominasi harga ala perusahaan besar.

Lebih parah dari NTP tanaman pangan, NTP perkebunan rakyat berada pada posisi terburuk. Menurut Ketua SPI Sumatera Selatan, Didi Fitriadi, harga karet yang anjlok di kisaran Rp 5.800-6.500/kg ternyata menjadi penyebab utama.

Akibat penurunan harga internasional ini, penerimaan petani jadi seret. NTP perkebunan rakyat akhirnya terjerembab dalam tren negatif sejak Desember 2014.

Sementara itu, NTP subsektor hortikultura Maret 2016 naik tipis (0,58 persen). Ada kenaikan harga di berbagai komoditas kelompok sayur-sayuran, terutama bawang merah dan cabai merah. Sayangnya, kenaikan NTP hortikultura tidak mampu mendongkrak NTP nasional.

NTP kan indikator yang bisa menyatakan kalau program pemerintah tidak berjalan untuk petani. Pasti ada yang salah koordinasi, atau salah sasaran," tengarai Henry.

Dalam jangka menengah, SPI mewaspadai tren harga gabah dan beras yang masih fluktuatif, seiring dengan panen raya padi yang masih berlangsung hingga Mei 2016. Lalu ada juga ancaman gagal panen karena La Nina. Terakhir, harga komoditas perkebunan yang kian jatuh.

"Pemerintah harus berkoordinasi, lalu luncurkan program jangka pendek yang jitu agar NTP terkerek naik. Program ini harus cepat lugas dan sesuai dengan kedaulatan pangan di Nawa Cita. Pemerintah selalu bisa bekerja sama dengan organisasi tani," tutup Henry.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya