Berita

Bisnis

Bekraf: Jangan Ada Regulasi Yang Hambat Kreativitas

SELASA, 05 APRIL 2016 | 12:13 WIB | LAPORAN:

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf sudah berkomitmen mendukung keberadaan Virtual Office dan Co-Working space di Indonesia.

"Bekraf dari awal tetap mendukung adanya virtual office dan coworking space di Indonesia. Bekraf membawahi seluruh orang kreatif di Indonesia jadi kami bertanggung jawab untuk mendukung regulasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu,” ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf di Jakarta (5/4).

Ia menyebutkan, Virtual Office dan Co-Working Space telah melahirkan sharing ekonomi yang  bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dalam negeri.


"Zaman sekarang sudah borderless, jadi jangan pernah ada regulasi yang menghambat kreativitas orang kreatif di Indonesia,” terangnya.

Sementara di tempat terpisah, Artis sekaligus pengusaha, Asmirandah Zantman mengatakan, di zaman modern ini, ekonomi kreatif muncul sebagai alternatif pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai di Indonesia sudah banyak perubahan signifikan yang terlihat dalam bidang ekonomi. Ia juga menyampaikan, ekonomi kreatif dibutuhkan karena berpotensi dalam banyak hal, serta memberikan dampak sosial yang positif.

"Virtual Office inilah yang saya sebut sebagai wadah, jutaan potensi kreatif butuh wadah untuk dapat berkembang dengan mudah. Mereka butuh tempat seperti Virtual Office, untuk bertemu dengan sesama pemain industri kreatif atau untuk melakukan aktifitas tanpa harus kita menjadi sulit bergerak karena tidak ada ruang dan tempat untuk berkembang,” ujar pemilik  brand MAW- productions  ini.

Lebih lanjut Asmirandah mengharapkan adanya dukungan dari Pemerintah untuk Virtual Office dan Co-Working space agar industri kreatif dapat terus berkembang pesat.

Virtual Office adalah bagian dari sharing economy di mana pebisnis pemula dapat menggunakan kantor bersama untuk  menekan biaya operasional. Selain dapat dipergunakan untuk domisili usaha dan perizinan, layanan bisnis profesional juga disediakan untuk menunjang kegiatan berbisnis seperti komunitas bisnis, acara2, ruang meeting, resepsionis dan penerusan surat/panggilan. Di Amerika, Virtual Office sudah ada sejak tahun 1997.

vOffice yang merupakan Virtual Office terbesar di Indonesia memiliki 19 cabang di Indonesia dan 40 cabang di seluruh dunia.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya