Berita

Aguan Sugiyanto/net

KPK Tak Cukup Cegah Aguan Sugiyanto

SENIN, 04 APRIL 2016 | 11:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menetapkan petinggi Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan Sugianto, sebagai tersangka seperti Presdir Podomoro Arryman.

"KPK tidak cukup hanya mencegah (Aguan) ke Luar Negeri tapi perlu ditersangkakan," ujar Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (Galak), Muslim Arbi, kepada redaksi, Senin (4/4).

Dikatakan dia, sulit mengatakan Aguan tidak mengetahui suap yang diberikan untuk memuluskan Raperda Raklamasi dan Zonasi. PT Kapuk Naga Indah, anak perusahaan Agung Sedayu diketahui merupakan salah satu dari dua pengembang yang sudah mendapat izin pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta. Perusahaan lain adalah PT Muara Wisesa Samudera yaitu anak perusahaan Agung Podomoro.


Beberapa hari lalu, Pimpinan KPK pun mengatakan pencegahan terhadap Aguan dilakukan karena ada tanda dia terlibat.  

Lebih lanjut dia mengatakan, kengototan Ahok soal Podomoro patut dicermati secara serius karena Ahok pernah bekerja di Group Raksasa Property Podomoro tersbet. Bahkan dengan senang Ahok dijuluki Gubernur Podomoro, meski setelah operasi tangkap tangan dia mulai ngeles.

"Jika diamati secara seksama antara Big Bos Agung Podomoro, Presdir yang menyuap Sanusi, dan keberadaan Ahok sebagai gubernur yang pernah di Podomoro, bila KPK menelisik lebih dalam, akan menemukan benang merahnya," kata Arbi.

"Oleh sebab itu, jika KPK mau mengusut kasus ini maka KPK segera menetapkan tersangka bos besar Podomoro tersebut dan semuanya akan terbongkar," tukasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya