Meski santai, Treacy sudah ketemu orangtua Cinta di Los AnÂgeles. Kalau Cinta anggap Treacy cemburuan, justru papa Cinta bilÂang Treacy baik.
Cinta Laura sedang menjalani kisah asmara yang santai tapi mesra dengan bule bernama Hunter Treacy. Belum berpikir ke arah lebih serius namun sudah bepergian bareng misÂalnya ke Dubai. Saking dekatnya dengan si bule, Cinta sudah hafal dengan karakter Treacy.
"He's a jealous one. Kalau aku nggak cemburuan. Kalau dia macam-macam yang tinggal aja," seloroh Cinta.
Pacar Cinta kali ini bukan sosok main-main. Treacy adalah penulis film yang semÂpat bekerja di Cross Creek Pictures, rumah produksi film-film berskala besar seperti Ideas of March, Everest, hingga Black Mass yang dibintangi Johnny Depp.
Pacar Cinta kali ini bukan sosok main-main. Treacy adalah penulis film yang semÂpat bekerja di
Cross Creek Pictures, rumah produksi film-film berskala besar seperti
Ideas of March, Everest, hingga Black Mass yang dibintangi Johnny Depp.
Meski Treacy cemburuan, Cinta memuji sikap dewasa sang kekasih.
"Meski
jealous-an tapi dia mature jadi jarang berantem.
He's very nice, dia ngerti aku, memperlakukan aku baik banget.
He's complete me," ucap Cinta yang tengah meÂrintis karier di Hollywood ini.
Meski sudah begitu dekat, tapi keduanya belum mau cepat menikah.
"Kita sudah lebih dari setengah tahun berpacaran, aku masih muda dan aku fokus di karier. Kalau masalah pacaran aku
having fun," ucap Cinta.
Kabarnya, kedua orangtuanya merestui dan mereka sudah bertemu dengan Treacy ketika berada di Los Angeles.
"Papi dan mami sudah ketemu, kita ke Los Angeles tiga minggu yang lalu. Selama seminggu di sana kita dinner beberapa kali sama papa aku," beber pelantun
Cinta atau
Uang, Tulalit dan
All of My Life ini.
Keluarga dari pihak Treacy pun sudah bertemu beberapa kali dengan Cinta. Namun, ia mengakui usianya yang masih muda dan jalan hidup keduanya masih panjang.
"Jadi misalnya papi-mami nggak ketemu dari setahun sekarang.
Its not a big deal. Yang paling penting, relationship aku. Papi-mami aku nggak usah ketemu sama papi-mami dia dulu, karena siapa tahu bulan depan kita nggak pacaran lagi? Aku nggak tahu, aku masih muda," cerita Cinta.
Kepercayaan menjadi hal yang terpenting di antara orangtua dan anaknya. Termasuk persoalan kekasih yang selalu diceritakan Cinta ke papanya, Michael Kiehl.
"Tentu aku lebih nyaman ngomongin cowok ke papi daripada mami. Karena kaÂlau papi orangnya objektif dan fair. Kalau ketemu (pacar) papi bilang 'Ilike this guy' dan kalau dia nggak suka, dia juga bilang," ungkapnya.
Berbeda jika Cinta curhat kepada sang ibunda, Herdiana Kiehl. "Nah, kalau mami tuh yang
'I like this guy' terus heboh joget-joget. Makanya aku lebih seneng tanya ke papi karena papi lebih objektif," lanjut Cinta.
Tentang Treacy, papanya Cinta sudah memberikan penilaian. Kayak apa sih?
"Menurut papi, dia orangnya baik banget, belum ada yang negatif. Papi ngomongnya nggak pake ekspresi yang gimana. Papi lebih
cool," cetusnya.
Publik hiburan mencatat, sang ibunda Herdiana lah yang selalu eksis menemani Cinta ngartis. Jarang tampil bersama, Cinta mengaku ayahnya tak suka suasana lokasi syuting.
"Yang pasti aku deket sama papi, sama kayak aku deket sama mami. Cuma papi nggak mau masuk infotainment dan televisi, karena dia bukan orang yang narsis," ungkap bintang film
Oh Baby ini.
"Lalu buat dia privacy penting banget. Kenapa mami terus yang ikut? Aku butuh unÂtuk translate. Papi aku bule, dia nggak ngerti bahasa, kalau ada masalah di wawancara dia nggak bisa menerjemahkannya," lanjut Cinta seraya tertawa.
Diketahui, Michael Kiehl pernah menjaÂbat sebagai General Manager sebuah hotel berbintang di beberapa negara di Eropa. CinÂta mengaku, meski jarang mengajak papanya tampil di televisi, ia juga pernah mengajak sang papa tercinta ikut ke panggung melihat langsung ketika dia ada acara.
"Papa ikut ke stage satu tahun sekali, papi nggak tahan panasnya, nyamuk-nya dan
crowded-nya. Dia juga nggak suka lingkunÂgan yang banyak orang merokok, sampah sembarangan. Dia lebih suka di televisi nonÂton aku. Karena kalau di lingkungan tempat syuting agak begitu kotor," beber Cinta.
Dara kelahiran Quakenbruck Jerman 17 Agustus 1993 ini pun mengomentari industri Hollywood yang dikenal diskriminatif.
"Ya, menurut aku industri film di AS sedikit ethnocentric. Kebanyakan yang terkenal atau dapat peran besar selalu kulit putih. Atau kulit hitam juga banyak sebeÂnarnya, tapi yang kurang terwakili adalah orang-orang yang campuran seperti aku, atau orang Asia, pokoknya ras lain selain kulit putih atau hitam, itu aku merasakannya," beber Cinta.
"Memang kalau di luar kategori pemain film, kalau kita lihat produser, sutradara, penata peran dan lain-lain lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Saya sedih melihatnya." ***