Berita

Bisnis

Ini Mengapa Industri China Dan Vietnam Bisa Salip Indonesia

SABTU, 02 APRIL 2016 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Mufti menilai pesatnya industrilisasi negara China dan Vietnam dikarenakan satu komando dalam pengembangannya.

Menurutnya, cepatnya industrilisasi di kedua negara tersebut didukung sistem politik mengikuti arah kebijakan yang telah dibuat.

Indonesia, papar Aries pernah memiliki satu komando, seperti Repelita dan Swasembada Pangan saat pemerintahan dipimpin Soeharto. Di era orde baru tersebut, lanjut Arif pemerintah kebijakan terfokus pada pembangunan.


Namun saat Indonesia masuk ke era reformasi, kebijakan yang diambil tumbang tindih dan tidak bersinergi dengan kepentingan bangsa, terlebih kepentingan masyarakat

"Misalnya di provinsi, sekolah membutuhkan apa tapi eksekutif dan DPR memberikan apa," paparnya dalam talkshow polemik bertema Waspada Deindustrialisasi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4)

Sejurus dengan Arif, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Ismed Hasan Putro menilai pemerintah akan sulit mengembangkan perindustrian sesuai road map yang telah disusun secara cepat jika sumber daya manusia belum memumpuni

Seperti contoh dalam pengembangan industri pariwisata sebagai alternatif pemasukan negara, menurutnya pemerintah selalu menggemborkan pengembangan industri tersebut namun tidak dibarengi dengan kualitas SDM untuk menopangnya

"Saya ingin katakan bagaimana mungkin Pemerintah mencanangkan sekian destinasi wisata baru, tapi tidak pernah menyinggung SDM yang menopang itu," kata Ismed dalam kesempatan yang sama.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya