Berita

anton supit/net

Bisnis

Pembangunan Ekonomi, Indonesia Harusnya Belajar Dari Kasus China

SABTU, 02 APRIL 2016 | 12:26 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Tidak dapat dipungkiri, pemerintah Orde Baru cukup berhasil dalam pembangunan ekonomi.

"Walaupun otoriter dalam tanda kutip setidaknya ada kepastian (bagi investasi)," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anton Supit saat menjadi narasumber dalam diskusi akhir pekan bertajuk "Waspada Deindustrilisasi" di bilangan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4).

Bandingkan di era reformasi di mana masalah korupsi menurut dia, masih menjadi permasalahan krusial.


"Katanya kalau dulu (era Orba) korupsi di 1-2 orang sekarang merata di mana-mana, itu yang terjadi kan. Sampai sekarang, kemarin saja masih ada tangkap tangan," cetusnya.

Kemudian soal inkompetensi pembangunan ekonomi yang merata di semua lini, khususnya di daerah-daerah. Anton lantas menyitir pernyataan populer George Bush Sr ketika maju mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat, 'Baca Bibir Saya. Tak Akan Ada Kenaikan Pajak.'

"Tetapi setelah dia (Bush Sr.) jadi presiden, pajak penghasilan naik. Nah pasti orang akan tuduh kamu pembohong dan lain sebagainya tapi setelah dua tahun membangun ekonomi, orang lupa dia pernah berbohong," terang Anton.

Persoalannya di Indonesia, ia melihat para pejabat lebih mengutamakan populis alias pencitraan. Otonomi daerah dianggap tabu. Begitu juga menyangkut impor.

"Impor ada menteri bilang aib, ini kan susah," ucapnya.

Anton berpendapat, Indonesia seharusnya belajar dari kasus China. Tahun 1995, impor bahan baku China 13 persen dengan nilai ekspornya 21,35 miliar dolar. Tapi begitu Negeri Tirai Bambu itu membuka diri, impor contain bahan bakunya menjadi 43 persen dengan nilai ekspor 431 miliar.

"Nilai tambah ini juga penting tetapi kalau dalam lapangan pekerjaan saya tidak tahu. Katanya penciptaan kerja nett tahun lalu cuma 200 ribu orang, artinya jauh di bawah standar 10 persen target pak Jokowi," paparnya.[wid]

 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya