Berita

syamsuddin haris/net

Politik

Peneliti Senior: Reshuffle Akan Terjadi Lagi, Terutama Di Bidang Ekonomi

SABTU, 02 APRIL 2016 | 10:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, merasa sangat yakin reshuffle atau perombakan kabinet kerja akan dilakukan lagi dalam waktu dekat.

"Sebab bagaimapanpun sudah ada sinayelmen Jokowi bahwa akan ada reshuffle dan sedang dilakukan evaluasi kinerja kabinet," kata Syamsuddin dalam diskusi "Cukupkah Hanya Reshuffle?" di Menteng, Jakarta, Sabtu (2/4).

Menurutnya, perombakan kabinet jilid kedua akan terjadi mengingat fakta bahwa sebagian menteri tidak bisa mengikuti langkah cepat Presiden Jokowi, terutama di bidang ekonomi.


"Ini keniscayaan, sebagian menteri tidak bisa ikuti langkah cepat Jokowi, terutama di bidang ekonomi. Sebagian bekerja masih berdasarkan petunjuk, instruksi, sinyal dan restu," ucapnya.

Yang disayangkannya, reshuffle yang sebenarnya dinamika biasa dalam pemerintahan, selalu dibuat heboh oleh pihak tertentu. Padahal, di negara lain yang menganut sistem serupa Indonesia, reshuffle kabinet adalah hal biasa saja karena itu sepenuhnya hak presiden dan dijamin konstitusi.

"Kenapa jadi heboh? Di dalam pengalaman bangsa kita, reshuffle kabinet sesuatu yang fenomenal, pada zaman soieharto tidak ada reshuffle, pada tahun 50-an kabinet jatuh bangun, pada zaman Gus Dur hampir tiap dua bulan bisa dibilang ada reshuffle, di zaman Mega bisa dikatakan tidak ada, di zaman SBY sesuatu yang dramatis," urainya. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya