Berita

foto :net

Dunia

Industri Australia Berharap RI Impor Sapi 200 Ribu Ekor

SABTU, 02 APRIL 2016 | 09:35 WIB

Kalangan industri peternakan Australia berharap Pemerintah Indonesia menerbitkan izin impor sapi antara 150 ribu hingga 200 ribu ekor selama periode caturwulan II, yaitu Mei hingga Agustus 2016. Kuota caturwulan pertama hampir penuh sehingga pengiriman ternak bulan April ini akan ditujukan ke negara selain Indonesia.

Aktivitas pengumpulan ternak sapi atau mustering telah berlangsung di sejumlah peternakan di kawasan utara Australia. Namun peluang untuk memasarkannya ke pasar Indonesia yang merupakan pasar terbesar ternak sapi Australia selama April ini jadi terbatas.

Pasalnya, kuota izin impor sebesar 200 ribu untuk periode Januari-April, telah hampir terpenuhi. Artinya, jumlah sapi Australia yang dikapalkan ke Indonesia dalam periode ini sudah hampir mencapai 200 ribu ekor.


CEO Asosiasi Eksportir Ternak Northern Territory Stuart Kemp menjelaskan, kebanyak ternak yang dikirim dari Pelabuhan Darwin dalam April ini akan ditujukan ke pasar Asia di luar Indonesia.

"Eksportir sebelumnya memilih untuk mengirim lebih awal kuota empat bulan pertama sehingga kuotanya kini sudah hampir terpenuhi," kata Kemp kepada Matt Brann dari ABC.

"Akan tetap ada pengapalan ternak ke Indonesia bulan April ini, namun kebanyakan akan dikirim ke Malaysia, Vietnam, Filipina dan mungkin juga Brunei. Jumlahnya memang tidak sebesar pengiriman ke Indonesia," katanya.

Kalangan industri peternakan berharap Indonesia akan menerbitkan izin hingga 200 ribu ekor untuk empat bulan kedua, namun Kemp mengingatkan sistem impor ini cukup kompleks untuk menentukan jumlah yang pasti.

Kemp mengemukakan, adanya impor daging kerbau dari India yang masuk ke pasar Indonesia bisa saja berpengaruh terhadap permintaan ternak dari Australia.

"Belum ada kejelasan mengenai dampak hal itu. Ada yang memperkirakan akan berpengaruh karena daging kerbau cocok untuk dibuat bakso, namun yang lain menyatakan rasa dagingnya berbeda dengan rasa daging bakso yang dikenal oleh masyarakat Indonesia selama ini," ujarnya.

Sementara itu harga ternak sapi yang dikirim melalui Pelabuhan Darwin mengalami penurunan beberapa waktu terakhir dengan harga yang dikirim ke Indonesia berkisar 3,5 dolar per kilo (sekitar Rp 35 ribu/kg).

Dengan jumlah pengiriman ke Indonesia yang menurun selama April ini, harga tersebut diperkirakan akan semakin turun pula.

"Sulit dibayangkan akan turun hingga 3 dolar per kilo, namun hal itu bisa saja terjadi. Semuanya tergantung pada jumlah yang diminta oleh kalangan importir di sana," katanya.

"Jika importir di Indonesia tidak meminta jumlah besar, dan pemerintah hanya memberikan kuota 100 ribu hingga 150 ribu ekor untuk empat bulan kedua, mungkin harga ternaknya bisa di bawah 3 dollar perkilo," jelas Kemp lagi mengutip dari Australiaplus.Com.

Dia menambahkan bahwa penentuan tingkat harga ini sama saja dengan komoditi lainnya tergantung permintaan dan penawaran. Apalagi, pengumpulan ternak kini bisa lebih mudah karena kawasan utara Australia telah memasuki musim kering.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya