Berita

net

SUAP PODOMORO

Sudah Dicekal, Bos Agung Podomoro Land Serahkan Diri

JUMAT, 01 APRIL 2016 | 21:15 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta pihak Imigrasi untuk mencegah Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja bepergian ke luar negeri.

Ariesman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi.

Ketua KPK Agus Rahardjo menghimbau agar Ariesman bisa menyerahkan diri kepada KPK. Hal ini papar Agus untuk memudahkan lembaga antirasuah membongkar kasus suap yang melibatkan penyelenggara negara.


"KPK meminta agar yang bersangkutan kooperatif," ungkap Agus dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (1/4).

Himbauan KPK tersebut ternyata dilakukan oleh Ariesman. Dua jam setelah pernyataan ketua KPK, Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK

Ariesman datang ke KPK pukul 19.55 WIB dengan pengawalan KPK dengan membawa plastik putih. Pakaian yang dikenakannya pun tidak terlalu formal seperti kaos oblong biru dongker dengan celana jeas biru. Ekspresi muka Ariesman nampak datar, seolah tidak ada persoalan yang membuat dirinya dikawal masuk gedung KPK.

"Dia menyerahkan diri. Tadi menghubungi penyidik," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Para awak media yang berada di lobi Gedung KPK, langsung mengabadikan momen kedatangan Ariesman. Tak ada kata yang keluar dari mulut pelaku suap anggota DPRD DKI Jakarta tersebut. Sepanjang anak tangga pintu masuk markas lembaga antirasuah, mantan Wakil Direktur Utama PT. Agung Podomoro Land itu membisu dari serangkaian pertanyaan wartawan

Kasus ini terbongkar saat KPK mencokok Sanusi dalam operasi tangkap tangan disebuah mall Jakarta Selatan pada Kamis (31/1) pada pukul 19.30 WIB. [wah]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya