Berita

agus rahardjo/net

Hukum

Ternyata Dua Pelaku Suap Toilet Hotel Yang Ditangkap KPK Anak Buah Menteri Rini

JUMAT, 01 APRIL 2016 | 10:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan tim di salah satu hotel di Jakarta, kemarin pagi.

Ternyata, dua dari tiga pelaku yang ditangkap adalah anak buah Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Mengamankan tiga orang, yaitu SWA selaku direktur keuangan PT BA (Brantas Abipraya), salah satu BUMN. Kemudian DPA, senior manajer PT BA, berikutnya MRD dari swasta," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jumat (1/4).


Agus menjelaskan ketiga pelaku ditangkap sekitar pukul 09.00 di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"DPA menyerahkan uang ke MRD di toilet pria. Kemudian mereka kembali ke mobil masing-masing. Setelah itu, petugas melakukan penangkapan," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan ketiganya ditetapkan sebagai tersangka. DPA dan SWA sebagai pemberi suap, sementara MRD berperan sebagai perantara.

"Sprindik sudah ditandatangani sebelum 24 jam," kata Agus.

Selain menangkap tiga pelaku, dikatakan Agus, pihaknya mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar.

Suap diberikan dengan maksud agar proses penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi di PT BA yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Jakarta dihentikan. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya