Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Rachma: Ide Mega Amandemen Konstitusi Terbatas Cermin Pikiran Pragmatis

KAMIS, 31 MARET 2016 | 12:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ide melakukan amandemen konstitusi secara terbatas, yang gencar digelorakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoutri, dinilai sebagai cermin pemikiran pragmatis.

"Amandemen terbatas untuk membuat Garis Besar Haluan Negara, ini pikiran pragmatis, instan neoliberalis. Lagi-lagi ini reformasi kulitnya saja, bukan substansi masalah," kata politisi nasional, Rachmawati Soekanoputri, Kamis (31/3).

Menurut Rachma, Ir. Soekarno sebagai pendiri bangsa pernah memperingatkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 adalah "loro-loroning atunggal". Artinya, dua tapi satu, berpasangan tidak bisa dipisahkan.


"Mengubah pasal per pasal atau amandemen sesuai kepentingan penguasa, hal tersebut sama saja artinya mengganti konstitusi Proklamasi 17 Agustus 1945," tegasnya.

Ia juga menekankan, tidak ada makna kekuatan dari GBHN dan program Bela Negara bila bangsa dan negara tidak tahu melaksanakannya dalam kendali "Manifesto Politik USDEK" yaitu UUD1945 asli, Sosialisme ala Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia.

"Selama manifesto politik ini tidak dijadikan panduan, maka GBHN hanya abal-abal, lips service belaka. Jangan harap Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribdian, kecuali Megawati memang men-downgrade pikiran the founding fathers dan berkhianat terhadap cita-cita Proklamasi," pungkasnya. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya