Berita

Ahok: Saya Nggak Mungkin Biarkan Anda Sakit

RABU, 30 MARET 2016 | 15:41 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

‎RMOL. Warga ibukota kembali akan digusur. Kali ini korbannya warga yang tinggal di sekitar perairan Pelabuhan Sunda Kelapa, berdekatan dengan Masjid Luar Batang, Jakarta Utara.

Gubernur Basuki Tjahja Purnama memastikan penggusuran ini akan dilakukan April 2016. Dia mengatakan hal ini bagian dari upaya normalisasi kali. Pemprov DKI ingin membangun dinding turap untuk mencegah bajir di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, Ahok juga mengatakan ingin menghindarkan warga dari penyakit Tuberculosis (TBC).


"Tinggal di kawasan kumuh, ini daerah yang rawan kena TBC. Anda tinggal di sungai, di laut, sempit-sempitan tidak ada matahari langsung, saya nggak mungkin membiarkan Anda sakit," ujar Ahok di Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, Rabu (30/3).

Lebih lanjut Ahok menerangkan Indonesia merupakan negara nomor ke-2 terbesar penyumbang penyakit TBC di dunia.

"Sekarang kamu sadar enggak? TBC di Jakarta ini, di Indonesia, menyumbang 10 persen TBC dunia. Dan kita nomor dua TBC terbesar. TBC satu orang bisa tularin ke sepuluh warga dengan cepat," tegasnya.

Kepada wartawan, Ahok mengaku tak masalah bila warga Luar Batang melakukan penolakan atas rencana penertiban ini. Namun yang pasti, dirinya hanya ingin memindahkan warga ke tempat yang lebih baik yang bebas dari banjir dan penyakit.

"Kalau dia ngotot, ya kan? Kita bukannya enggak mau temuin. Kalau mau temuin kalau kamu bisa terima usulan pindahin kamu ke tempat yang lebih baik," tambahnya.

Sebelum penertiban Ahok akan lebih dulu merelokasi warga ke rusun. Rusun yang disediakan adalah rusun Marunda, Jakarta Utara. Selain rusun, fasilitas lain pun akan diberikan seperti Kartu Jakarta Pintar bagi anak-anak warga, hingga modal untuk usaha.

"Saya akan pindahkan anda kan ke rumah susun. Anak anda di rumah susun dapat KJP, Bus Sekolah. Kamu yang tua naik bus gak bayar. Ya kan. Mau kerja kita cariin, di KBN, mau usaha juga kita siapin modal. Jadi, sebetulnya ini lebih baik memindahkan Anda," pungkas Ahok. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya