Berita

foto: net

Dunia

PEMBAJAKAN EGYPT AIR

Pemerintah: 5 Warga Asing Dan 7 Awak Berkebangsaan Mesir Masih Disandera

SELASA, 29 MARET 2016 | 15:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kementerian Penerbangan Sipil Mesir menyatakan ada lima warga negara asing dan tujuh awak pesawat berkebangsaan Mesir yang disandera dalam pesawat Egypt Air dengan nomor penerbangan MS181.

Penerbangan MS181 adalah penerbangan domestik Mesir dari bandara Burj El Arab di kota Alexandria ke Kairo.

Pada Selasa pagi waktu setempat, pesawat dipaksa mendarat di Bandara Larnaca, Siprus oleh pembajak yang diidentifikasi bernama Ibrahim Samaha. Ia mengaku membawa bahan peledak pada tubuhnya.


Sebelumnya, juru bicara kementerian penerbangan sipil, Ehab Raslan, mengatakan, negosiasi dengan pembajak masih berlangsung. Awalnya dikabarkan bahwa pembajak melepaskan hampir semua penumpang, kecuali tujuh awak pesawat dan empat warga negara asing. Kini angka itu berubah jadi lima warga negara asing dan tujuh awak pesawat.

Menurut kementerian, para penumpang non warga negara Mesir adalah delapan warga Amerika Serikat, empat warga Belanda, dua warga Belgia, empat warga Inggris, satu Asia, satu Perancis dan satu Italia.

Namun, belum ada data yang pasti siapa saja penumpang yang masih disandera hingga saat ini. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya