Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/net

Menko Polhukam: Pos Perbatasan Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Papua

SELASA, 29 MARET 2016 | 11:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Padjaitan meninjau perbatasan Republik Indonesia dan Papua New Guinea di wilayah Skouw, Provinsi Papua, Selasa (29/2).

Menko Polhukam meninjau pos perbatasan dan menerima laporan situasi terkini dari komandan pos perbatasan Letkol Inf. Nandang.

Dari pos perbatasan Menko Polhukam berjalan kaki untuk meresmikan dimulainya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) terpadu.


"Ekonomi Papua ini tumbuh di atas rata-rata nasional yaitu sembilan persen. Yang harus diperhatikan saat ini adalah pemerataan dampak pertumbuhan ekonomi tersebut," kata Menko Polhukam.

Ia berharap pembangunan PLBN ini akan meningkatkan jumlah pelintas batas antara Indonesia dan PNG. Pada tahun ini pelintas batas dari PNG ke Indonesia berjumlah 65 ribu orang, sedangkan dari Indonesia ke PNG  berjumlah  sekitar 4 ribu orang.

"Saya berharap Pos Terpadu ini juga bisa menggairahkan perekonomian di wilayah perbatasan," kata Menko Polhukam sebelum meresmikan pembangunan PLBN.

Menko Polhukam juga menekankan bahwa kualitas pendidikan anak-anak Papua harus ditingkatkan. Dia juga menegaskan bahwa narkoba dan minuman keras saat ini menjadi masalah yang serius.

"Pendidikan dan kesehatan adalah kunci pembangunan generasi muda di Papua. Ketahanan ekonomi juga harus menjadi perhatian. Mama-mama Papua (pedagang kecil) ini harus diperkuat dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," kata Menko Polhukam.

Pertumbuhan ekonomi di Papua yang baik ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal. Pada sambutannya Menko Polhukam juga mengimbau kepada mereka yang masih mengacau keamanan untuksegera turun dan berdialog.

"Disini peran pemuka agama amat penting untuk membantu proses dialog dengan mereka," kata Menko Polhukam.

Terakhir, seperti dalam siaran pers Kemenko Polhukam, ia mengimbau semua pihak untuk bersama-sama membangun Papua dan menghilangkan prasangka buruk. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya