Berita

petani karet/net

HARGA KARET MEROSOT

Tidak Bisa Beri Solusi, Mentan Dan Mendag Harus Dievaluasi

SENIN, 28 MARET 2016 | 11:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong harus dievaluasi oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya, dua menteri ini dinilai gagal membantu kehidupan petani, khususnya petani karet.

Aktivis dari Kelompok Anak Petani Karet Indonesia (KAPKI), Ginanda Siregar, mengatakan, hingga saat ini harga karet di tingkat petani masih memprihatinkan. Memang, lanjut Ginanda, beberapa pekan terakhir, harga karet naik Rp 200 hingga Rp 500 per kilogram.

"Namun, naiknya harga itu sama sekali tidak berpengaruh bagi petani karet. Karena harga bahan pokok tetap melambung tinggi," kata Ginanda di Jakarta, Senin (28/3).


Diketahui, sudah lebih tiga tahun harga karet di tingkat petani terus anjlok. Kini harganya hanya di kisaran Rp 5 ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Jelas Ginanda, pemerintah sebenarnya bisa mengambil langkah-langkah yang konkrit, misalnya, membentuk Badan Pengelola Karet, yang memanajemen produksi karet dari hulu ke hilir.

"Yang kelihatan saat ini, Mentan Dan Mendag hanya tutup mata terhadap petani karet. Makanya, dua bapak menteri ini harus dievaluasi. Cari menteri yang mau bekerja dan bisa membantu rakyat," tukas Ginanda.

Diketahui, Indonesia memiliki areal karet paling luas di dunia yakni 3,4 juta hektar dan merupakan negara penghasil karet alam terbesar kedua setelah Thailand (karena produksi industri karet nasional masih rendah). Sayangnya, sekitar 85 persen produksi karet dalam negeri masih diekspor dalam bentuk karet mentah dan sisanya untuk konsumsi dalam negeri. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya