Berita

naim al hamed/net

Dunia

Diselidiki, Peran Naim Al Hamed Dalam Serangan Di Paris Dan Brussel

SABTU, 26 MARET 2016 | 14:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Seorang pria bernama Naim Al Hamed diduga terkait dengan serangan bom ke bandara dan stasiun kereta di Brussel, Belgia, pada Selasa lalu.

Kepolisian Nasional Perancis menyebut pemuda berusia 28 tahun itu sebagai "sangat berbahaya dan mungkin bersenjata".

Fotonya pun mulai beredar luas. Perawakannya agak gempal, dengan mata sayu dan jenggot pendek.


Para penyidik di Perancis menyatakan Hamed sangat mungkin berperan penting dalam serangan di Brussel dan Paris (13 November 2015). Hamed diidentifikasi berasal dari kawasan Hama, Suriah, lahir pada 1 Januari 1988.

Sebuah sumber CNN di Perancis, yang terlibat penyelidikan dalam jaringan ISIS aktif di Prancis dan Belgia, mengatakan bahwa badan keamanan Eropa percaya Hamed terlibat secara operasional dalam serangan Brussel.

Jika demikian, kemungkinannya ada banyak. Apakah dia adalah pria yang bertugas meletakkan bom namun gagal meledak di Bandara Zaventem, atau orang kedua dalam peledakan stasiun Maelbeek. Atau, bisa juga dia terlibat serangan namun tidak hadir secara fisik di kedua lokasi.

Surat kabar Perancis, Le Monde, melaporkan pada Jumat kemarin bahwa DNA Hamed ditemukan di apartemen Rue Max Roos, kawasan Schaerbeek. Apartemen ini adalah persinggahan terakhir para pelaku bom bunuh diri Brussel.

Penyidik kini membidik rekam jejak Hamed dalam beberapa bulan terakhir, dan kemungkinan kaitannya dengan Salah Abdeslam, pelaku serangan November 2015 di Paris yang ditangkap di Brussel pada Jumat lalu (18/3).

Hamed diperkirakan bergerak dari Suriah ke Brussel setelah sebelumnya masuk ke Eropa lewat Pulau Leors, Yunani, bersama ratusan pengungsi yang tiba dari Suriah, Irak dan tempat lainnya. Le Monde melaporkan, Hamed tiba di Eropa sekitar bulan September 2015. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya