Berita

foto :net

Bisnis

Demo Sopir Taksi Sudah Biasa, Luar Biasa Itu Tak Ada Antisipasi Dari Pemerintah

SABTU, 26 MARET 2016 | 13:08 WIB | LAPORAN:

Tidak masuk akal jika pemerintah mematikan perusahaan transportasi berbasis aplikasi online seperti Uber, Grab, dan lainnya.

Demikian pendapat Komisaris Utama Balai Pustaka, Hamid Basyaib dalam diskusi bertema diskusi bertema "Amuk Taksi, Ekonomi Kreatif, dan Revolusi Digital" di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3)

Menurutnya, perusahaan jasa transportasi online telah menyerap ribuan pegawai dalam waktu singkat.


"Uber dia punya 16 ribu, Grab baru sebentar 6 ribu, Gojek 200 ribu orang. Jadi lapangan kerja ditampung oleh dia. Dalam waktu singkat dia menyerap 200rb pegawai. Bagaimana perusahaan taksi konvensional itu butuh berapa tahun untuk memilki 16 ribu pegawai. Jadi tidak masuk akal jika pemerintah membunuh perusahaan tersebut," jelas Hamid
.
Lebih lanjut, menurut dia, jasa transportasi online tersebut juga sangat dibutuhkan oleh publik. Bahkan, papar Hamid pada saat supir taksi konvensional berdemo, masyarakat yang aktif menggunakan media sosial, mengancam untuk memboikot taksi plat kuning.

"Artinya, barang ini, dukungan publiknya kuat. Kalau sebuah produk sudah didukung publik, dengan begitu anda tidak bisa berbuat apa-apa," imbuhnya

Terkait tuntutan para supir taksi plat kuning dalam aksi beberapa hari lalu, Hamid menilai reaksi seperti itu hal biasa.

"Semakin kadar ketidaktahuan semakin tinggi reaksi negatif, yang luar biasa adalah ketidakantisipatif kita, terutama pemerintah, regulasinya tidak ada," ujarnya, nyinyir.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya