Pengacara Senior Otto Cornelis Caligis atau OC Kaligis melaksanakan ibadah Oaskah di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelum melaksanakan ibadah, bekas pengacara Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho kehadiran tamu istimewa. Kelima anaknya hadir menjenguk Kaligis yang ingin melaksanakan ibadah Jumat Agung di ruang konferensi pers C1.
Baik Kaligis maupun lima orang anaknya mengenakan pakaian hitam tanda berkabung dalam memperingati wafatnya Isa Almasih. Kebaktian itupun dipimpin oleh pendeta Freddy Tobing dari Gereja Persatuan Indonesia Barat.
Velove Vexia Kaligis nampak hadir. Kedatangan Velove secara khusus untuk mengucapkan selamat hari Paskah kepada ayahnya. Meski tak ikut kebaktian paskah, aktris kelahiran Manado, Sulawesi Utara 26 tahun lalu itu mengaku selalu mendoakan agar kesehatan ayahnya bisa terjaga.
Velove Vexia Kaligis nampak hadir. Kedatangan Velove secara khusus untuk mengucapkan selamat hari Paskah kepada ayahnya. Meski tak ikut kebaktian paskah, aktris kelahiran Manado, Sulawesi Utara 26 tahun lalu itu mengaku selalu mendoakan agar kesehatan ayahnya bisa terjaga.
"Paling supaya papa tetep jaga kesehatan, karena ini Jumat Agung, ya dateng untuk nyelametin. Ya sudah cukup itu saja sih," ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, (25/3).
Dalam esempatan yang sama, Kaligis mengungkapkan harapannya di hari Jumat Agung. Sebagai umat Kristiani, kata Kaligis, kematian Yesus Kristus adalah penyelamatan.
"Artinya kita semua mempunyai beban. Kalau beban itu namanya salib. Hari ini tentu kita akan memohon kalau ada beban yang salah ditanggung sekarang menghadapi perkara saya. Saya bisa tabah menghadapi," kata OC Kaligis.
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah menjatuhkan hukuman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara kepada petinggi Partai Nasdem itu. Tak hanya itu, Kaligis juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan.
Advokat kondang itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi yakni menyuap Hakim PTUN Sumut Tripeni Irianto Putro, Darmawan Ginting dan Amir Fauzi dan panitera Syamsir Yusfan.
[zul]