Berita

net

Bisnis

Elpiji Pertamina Justru Termurah Di Asean

JUMAT, 25 MARET 2016 | 18:30 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Ketua Komisi Persaingan Usaha (KPPU) M. Syarkawi Rauf bahwa harga jual Elpiji (LPG) Pertamina termahal di kawasan Asean cukup diragukan.

Menurut pengamat perlindungan konsumen Indah Sukmaningsih, untuk Elpiji subsidi harga di Indonesia justru termasuk termurah di Asean dan bahkan Asia. Sedangkan untuk non subsidi meski sudah mengikuti harga keekonomian namun tetap lebih terjangkau.

"Saya meragukan pernyataan tersebut. Dapat data dari mana," kata Indah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/3).


Sebaliknya, dia justru mengamini informasi harga yang disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja Puja. Menurut Indah, harga tersebut lebih akurat dan dapat dipercaya yakni  berada pada kisaran Rp 4.250 per kilogram. Harga yang jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia yakni Rp 6.938 per kilogram dan di Thailand Rp 7.000 per kilogram. Bahkan dibandingkan India, Elpiji Pertamina juga lebih rendah. Di negara Asia Selatan itu, harga Elpiji subsidi dipatok Rp 5.500 per kilogram.

Sementara untuk jenis non subsidi, berdasarkan harga keekonomian, Pertamina mematok harga Rp 7.700 - Rp 14.200 per kilogram. Bandingkan dengan Filipina yang sudah memasang harga Rp 24.000 per kilogram, Jepang Rp 20.000 per kilogram, Tiongkok Rp 17.000 - Rp 21.000 per kilogram, dan bahkan Skotlandia
Rp 17.000 per kilogram.

"Bedanya jauh. Memang di sini lebih murah," lanjut Indah yang juga mantan ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Ditambahkan Indah, rendahnya harga Elpiji Pertamina tak lepas dari efisiensi yang dilakukan BUMN tersebut. Termasuk diantaranya, upaya memangkas mata rantai tata niaga yang tidak perlu. Dalam hal ini, Pertamina menindak tegas jika terdapat penyalur yang terbukti nakal yang menyalahi aturan.

Tidak hanya di luar negeri, dengan kompetitor di dalam negeri ternyata harga Elpiji Pertamina juga lebih murah. Dari sekitar empat sampai lima pemain bisnis lokal LPG, produk Pertamina juga lebih rendah. Blue Gas misalnya memasang harga lebih tinggi yakni pada kisaran Rp 15.000 per kilogram.

Pernyataan Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf juga disesalkan anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah Zubir. Dia memastikan, bukan pada tempatnya Syarkawi berbicara tentang harga Elpiji.  

"Dia sama sekali tidak mengerti tentang gas dan bisnis gas. Tidak bisa membedakan antara LPG dan city gas yang berasal dari gas bumi," katanya.

Selain tidak bisa membedakan antara LPG dan city gas, Syarkawi juga dinilai tidak mengerti tentang bisnis gas. Dalam konteks ini, Inas justru menduga, pernyataan tersebut memiliki misi tertentu. Terlebih, Syarkawi juga mengatakan bahwa jika Pertamina tidak menurunkan harga maka KPPU akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk merubah regulasi LPG. Yakni dengan membuka keran impor LPG dan membiarkan pihak swasta masuk.

"Sudah kelihatan arah ketua KPPU. Di balik pernyataan itu, dia membawa pesan swasta untuk membuka keran impor," tegas Inas. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya