Berita

anas urbaningrum/net

Hukum

Anas Urbaningrum: Tidak Ada Dana Dari Nazaruddin

RABU, 23 MARET 2016 | 16:30 WIB | LAPORAN:

Terpidana kasus Hambalang, Anas Urbaningrum, membantah ada aliran dana dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazarddin saat pencalonan dirinya menjadi Ketum Partai Demokrat tahun 2010.

Anas menjelaskan saat itu terdapat tim relawan yang bekerja secara teknis menjaring dana bantuan untuk pemenangannya.

"Saya baru tahu soal dana-dana itu saat dipersoalkan, tetapi dari kesaksian beberapa saksi di persidangan saya, sesunghnya dana-dana itu tercatat sabagai dana bantuan, bukan dana dari terdakwa," ungkap Anas saat memberi kesaksian dalam sidang perkara pencucian uang dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/3).


Jaksa penuntut umum KPK kembali mempertanyakan dari mana saja dana bantuan tersebut berasal. Anas mengaku, dirinya tidak mengetahui detail siapa saja yang memberikan bantuan.

"Itu yang saya tidak tahu itu, karena secara teknis itu urusan teman-teman relawan. Tugas saya hanyalah menyampaikan visi misi untuk para calon pemilih," kata Anas menjawab pertanyaan Jaksa

"Saya sebelumnya tidak tahu, tapi dari kesaksian-kesaksian di persidangan saya, itu ada daftarnya, tidak ada yang dari terdakwa (Nazaruddin)," imbuh Anas

Hari ini, Anas memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan mengenai dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin.

Nazaruddin didakwa mengalihkan harta kekayaannya untuk membeli sejumlah saham, tanah, dan bangunan, serta menampungnya di sejumlah rekening.

Dalam berkas dakwaan, terungkap bahwa Nazar menggunakan nama orang lain untuk membuka rekening dan menampung harta kekayaannya itu. Beberapa di antaranya, harta kekayaan Nazaruddin dengan sengaja ditempatkan ke dalam penyedia jasa keuangan menggunakan rekening atas nama orang lain dan rekening perusahaan di Permai Grup, yang seluruhnya sebesar Rp 50,2 miliar.

Selain itu, Nazar juga menyamarkan harta kekayaannya dengan membeli sejumlah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan total Rp 33,19 miliar. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya