Berita

Hukum

Pencinta Sepakbola Minta KY Selidiki Keputusan MA Soal PSSI

RABU, 23 MARET 2016 | 16:12 WIB | LAPORAN:

Puluhan pencinta sepakbola Indonesia berdemonstrasi di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, hari ini.

Mereka yang mengatasnamakan Pemuda Anti Mafia Peradilan menuntut MA bersikap independen dan profesional dalam menangani sengketa sepakbola nasional.

Koordinator aksi, Hendi Budiman, menyatakan, sepak bola sebagai olah raga rakyat dikelola untuk memperkaya diri para pengurus induk sepakbola nasional, PSSI. Ia kemudian menyinggung status Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, yang ditetapkan kejaksaan sebagai tersangka kasus dana hibah Kadin Jawa Timur.


"Sudah minus prestasi diperparah kasus korupsi yang membelit ketua umumnya. Belum lagi pembekuan PSSI oleh Kemenpora sebagai puncak permasalahan yang menggelinding sampai sekarang," sesal Hendi, di lokasi aksi, Rabu (23/3).

Hendi menyambut gembira putusan hukum yang meminta pemerintah mencabut sanksi administratif PSSI. Tapi, di sisi lain, putusan-putusan pengadilan terkesan kurang transparan dan sarat kepentingan

Awalnya, PSSI memenangkan gugatan atas Kemenpora soal Surat Keputusan (SK) Menpora No. 01307 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dengan putusan ini, praktis SK itu sudah dinyatakan tak berlaku lagi. Majelis hakim yang diketuai Ujang Abdullah menerima seluruh alasan gugatan yang diajukan PSSI, serta menolak seluruh eksepsi tergugat (Kemenpora) dalam  salah satu pertimbangan perkara bernomor 91/G/2015/PTUN-JKT tersebut. Setelah ada keputusan inkrah dari MA, Kemenpora pun harus mematuhinya dan segera mencabut sanksi PSSI.

"Kami melakukan aksi damai untuk melakukan analisis kritis dan menuntut semua pihak yang terlibat dalam kasus ini untuk lebih transparan dan mengedepankan kepentingan sepakbola tanah air," katanya.

Pemuda Anti Mafia Peradilan meminta MA bersikap independen dan profesional dalam menangani sengketa sepakbola. Kedua, meminta Ketua MA untuk tidak terlibat dalam penanganan kasus sengketa sepakbola Indonesia karena rawan conflict of interest.

Demonstran pun meminta Komisi Yudisial atau KY untuk menyelidiki dugaan adanya konflik kepentingan dan konspirasi para hakim  dalam keputusan pengadilan tingkat pertama, kedua hingga kasasi MA yang memenangkan gugatan PSSI.

Terakhir, meminta KY menyelidiki  hubungan kekerabatan dan rekam jejak kedekatan Ketua MA, Hatta Ali, dengan La Nyala Mattaliti. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya