Berita

marwan batubara/net

Bisnis

IRESS: Perlu Kebijakan Strategis Agar Investor Energi Tetap Bertahan

RABU, 23 MARET 2016 | 11:44 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta membuat kebijakan strategis agar investor global tetap bertahan untuk berinvestasi di Indonesia.

Sehingga, para investor tidak langsung menghentikan bisnisnya seperti kasus hengkangnya Ford Indonesia.

Kebijakan dimaksud tidak hanya mencakup kemudahan berbisnis seperti pemberian insentif dan keringanan pajak, tetapi juga mampu mendesain kebijakan yang mampu membuat investor tertarik berbisnisIndonesia.
 

 
Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Energi Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, menanggapi gelombang PHK di sektor tambang dan energi yang kini menghantui Indonesia dan negara-negara di dunia.
Menurut Marwan, industri tambang dan migas di seluruh dunia memang tengah mengalami masa-masa sulit. Sedangkan di Indonesia, masalah ditambah dengan birokrasi perizinan.

"Lalu ada peraturan pajak, yang ketika kegiatan eksplorasi belum dilakukan sudah dikenakan, sementara peraturan untuk mengoreksi hal itu belum diterbitkan," terang Marwan, kepada wartawan (Rabu, 23/3).

"Bereskan saja penyebab kurang bersemangatnya investor. Yang kedua, kalau perlu insentif ya terbitkanlah insentif itu, ukurannya bisa kita lihat di luar negeri seperti apa," tambahnya.

Menurut Marwan, pemerintah perlu mengkaji kebijakan yang membuat investor mempertahankan bisnisnya. Pemerintah dapat menawarkan hal-hal yang bisa membuat kegiatan operasional bisa tetap berlangsung.

Marwan mencontohkan Malaysia yang memberikan insentif untuk wilayah frontir atau terpencil, dengan bagi hasil yang lebih besar dibanding yang biasa. Semestinya Indonesia dapat melakukan itu.

"Kita sudah mengetahui kondisi ini sebelumnya bertahun-tahun, tapi apakah bisa kita melakukan perbaikan?" kata Marwan.

Jika pemerintah tidak bisa memberikan insentif, paling tidak perusahaan global yang kesulitan bernafas diharuskan punya jeda waktu minimal setahun untuk terus menjalankan bisnisnya sebelum hengkang dari Indonesia.

"Untuk saat ini tidak ada aturan yang mereka langgar. Mereka lebih mempertimbangkan dasar hitungan ekonomi finansial dan kelayakan secara bisnis," kata Marwan.

Saat ini gelombang PHK tengah menerjang sektor energi. Di negara-negara lain, gelombang PHK menerjang perusahaan-perusahaan global. Heillong Longmay Mining asal China telah memberhentikan 100.000 orang karyawan. Schlumberger, Chevron, Halliburton dan Chevron di Amerika Serikat masing-masing telah mem-PHK 34.000 orang, 20.000 orang, dan 1.500 orang.

Di Indonesia pun demikian. Di sektor migas, pada Februari 2016 lalu, PT Chevron Pacific Indonesia sudah resmi mengirimkan surat rencana PHK terhadap 1.200 karyawannya kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Supriatna Sahala, menyatakan, perusahaan-perusahaan sektor tambang dan migas skala global mulai me-review portofolio bisnis mereka di Indonesia. Bila dimungkinkan, mereka akan fokus ke lokasi-lokasi pertambangan mereka di negara lain yang lebih mendatangkan benefit. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya