Berita

foto :net

Bisnis

PLN Akan Pastikan Subsidi Listrik Tepat Sasaran

RABU, 23 MARET 2016 | 08:36 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan bahwa subsidi listrik hanya diberikan bagi rumah tangga yang benar-benar layak menerima subsidi.

Oleh karena itu untuk tahun 2016 ini, subsidi listrik hanya diberikan oleh pemerintah kepada konsumen R1/450 VA dan R1/900 VA yang termasuk ke dalam kategori miskin dan rentan miskin sesuai dengan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Selain itu, listrik bersubsidi tetap diberikan kepada pelanggan golongan bisnis kecil (usaha kecil dan menengah), rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit.


Demikian info Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, Agung Murdifi.

Agung menjelaskan, PLN telah menerima data rumah tangga miskin dan rentan miskin dari TNP2K melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM. Untuk pelanggan tarif rumah tangga R1/900 VA terdata sebanyak 4.016.948 pelanggan yang layak disubsidi.

"Data rumah tangga miskin dan rentan miskin yang bersumber dari TNP2K tersebut hanya memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), namun belum memiliki nomor identitas pelanggan (IDPEL) PLN," kata Agung.

Agung melanjutkan, agar subsidi listrik benar-benar diterima oleh konsumen R1/900 VA yang terdapat pada BDT dari TNP2K, maka perlu dilakukan pencocokan atas data BDT tersebut sehingga sesuai dengan IDPEL PLN.

PLN kata dia, bertugas mengunjungi para pelanggan R1/900 VA yang terdata di dalam BDT hingga ke pelosok daerah untuk melakukan pencocokan. "Selanjutnya PLN menyerahkan hasil pendataan kepada Direktorat Jendral Kelistrikan Kementerian ESDM," tutur Agung.

Jika didapatkan warga yang merasa berhak atas tarif subsidi atau merasa masuk ke dalam kategori kesejahteraan sosial dan ekonomi terendah, namun tidak masuk ke dalam BDT, maka PLN, Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, dan TNP2K telah merancang mekanisme pengaduan untuk kemudian diproses dan diverifikasi untuk ditetapkan layak atau tidak layak mendapatkan subsidi.

"PLN secara serius menuntaskan tugas dari pemerintah untuk mencocokkan data  BDT dari TNP2K dengan data pelanggan PLN , dan saat ini PLN telah menyelesaikan tugasnya dengan mengunjungi rumah para pelanggan 900 Va yang masuk dalam BDT, hal ini dilakukan untuk memastikan rumah tangga yang layak untuk mendapatkan subsidi," ujar Agung.

Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman juga memastikan subsidi listrik diprioritaskan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin.

Menurutnya, Kementerian ESDM selaku regulator akan terus menjaga pasokan listrik secara efisien serta menjaga keseimbangan antara kepentingan penyedia listrik (PLN) dan konsumen. Penugasan pendataan ini sudah diberikan ke PLN dan telah mendapat persetujuan DPR.

"Dengan metode penyaluran yang baik, akan membuat subsidi listrik tidak bocor seperti yang terjadi saat ini. Selain itu, subsidi listrik juga hanya diterima kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," tegas Jarman.

Seperti diketahui, sesuai hasil keputuan rapat kerja Menteri ESDM Sudirman Said dengan Komisi VII DPR tanggal 17 September 2015 lalu, bahwa subsidi listrik tahun berjalan 2016 dialokasikan sebesar Rp 37,31 triliun dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 juta pelanggan rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai dengan data TNP2K.[wid]  

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya