Berita

ilustrasi/net

Bisnis

PROYEK KERETA CEPAT

Tokoh Jabar: Masyarakat Hendaknya Tidak Aji Mumpung

SELASA, 22 MARET 2016 | 19:07 WIB | LAPORAN:

Masyarakat harus turut memperlancar pembangunan kereta cepat. Warga yang lahan miliknya berada di area lintasan kereta cepat, hendaknya tidak mempersulit proses jual beli lahan tersebut kepada PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Hal itu seperti diutarakan anggota DPR RI, Deding Ishak Ibnu Sudja, Selasa (23/3).

Menurutnya, pemilik lahan tidak boleh mendapat untung. Keuntungan atas lahan itu hendaknya diperoleh warga dengan harga yang wajar.


"Masyarakat hendaknya tidak aji mumpung. Misalnya, dengan menahan lahan mereka agar harga bisa dihargai setinggi mungkin. Sebab pembangunan kereta cepat ini bukan untuk orang per orang, tetapi untuk masyarakat keseluruhan,” kata Deding.

Tokoh Jawa Barat ini merasa pembangunan kereta cepat bisa menuai banyak keuntungan. Salah satunya, taraf kesejahteraan warga bisa meningkat.

"Sebab, selain memperlancar akses perhubungan, kereta cepat juga bisa memberikan dampak ekonomi yang besar. Akan ada titik-titik pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan yang dilalui kereta cepat. Untuk itu hendaknya warga tidak mengutamakan kepentingan sendiri, namun menyadari bahwa ada kepentingan umum yang jauh lebih besar,” ujar dia.

Mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng berpendapat bahwa pembangunan kereta cepat akan berdampak positif. Kereta cepat akan membawa manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya bagi kawasan yang dilalui.

"Jadi secara prinsip memang menguntungkan dan besar manfaatnya,” kata Tanri di lain kesempatan.

Lebih dari itu, tambah dia, kereta cepat juga bisa menjadi trigger bagi percepatan dan pertumbuhan perekonomian, termasuk di antaranya, industri yang berkaitan dengan pariwisata.  [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya