Berita

Djarot Tak Mau Kecolongan, Akan Pimpin Langsung Evaluasi Aset Milik DKI

SELASA, 22 MARET 2016 | 00:36 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait banyak pengalihan dan penyewaan aset milik Pemprov DKI ke pihak ketiga yang tidak dilaporkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.

"Aset itu kan milik Pemprov DKI yang dikuasakan kepada BUMD. BUMD itu kan milik daerah berarti harus lapor dong karena ini menyangkut dengan aturan. Itu masuk dalam peraturan daerah (perda). Siapa yang dikuasakan kepada BUMD. Nah BUMD ini yang banyak melakukan perjanjian kerja sama (PKS)," terang Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (21/3).

Hingga saat ini, Pemprov DKI sedang melakukan inventarisasi aset-aset milik DKI, baik yang dikuasai oleh Satuan Kerja Perangka Daerah (SKPD) maupun BUMD DKI. Pasalnya, pendataan aset tersebut untuk mengetahui mana aset yang bermasalah dan tidak bermasalah serta aset yang sedang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.


"Kita inventarisir berapa aset-aset yang sudah pasti tidak ada masalah, terus kita nilai berapa harganya, berapa nilainya, dan berapa yang bermasalah. Aset yang bermasalah, kita lihat apa masalahnya dan tindakannya apa," ujarnya.

Sampai saat ini, aset yang tidak bermasalah dan sudah dilaporkan oleh SKPD maupun BUMD ada sekitar 75-80 persen. Sisanya, antara 20-35 persen masih dilakukan pendataan.

Mantan Wali Kota Blitar ini memprediksikan total nilai aset yang dimiliki DKI Jakarta dapat mencapai Rp 300 triliun. Aset itu berupa aset tak bergerak seperti tanah dan bangunan.

"Penghitungan kita, asetnya DKI itu bisa Rp 300 triliun. Kalau dinilai valuenya segitu. Aset yang tidak bermasalah sekitar 75-80 persen. Tapi kita juga harus mendata yang belum terlaporkan. Tanah itu banyak yang bermasalah dan banyak tidak masuk daftar," jelasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya