Berita

baroto

Baroto Ario: Kosgoro Tak Berafiliasi dengan Parpol

SENIN, 21 MARET 2016 | 19:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Generasi Muda Kosgoro (GMK) yang baru terpilih, Baroto Ario Isman, bersama jajarannya bertekad untuk membangkitkan kembali tujuan utama dari pendirian ormas bernama lengkap Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong tersebut.

"Yakni bekerja untuk rakyat, dengan mengurus hal-hal kecil secara nyata. Karena dengan demikian hal-hal besar dengan sendirinya akan menjadi terurus," ujar Baroto dalam keterangannya, Senin (21/3).

Baroto Aryo terpilih dalam Musyawarah Besar GMK ke-V di Jakarta, pada 5 hingga 6 Maret 2016 lalu. Dalam Mubes yang dihadiri perwakilan 17 provinsi itu, Baroto Ario Isman meraih 14 suara dan sekaligus terpilih menjadi ketua umum sayap kepemudaan Kosgoro yang berdiri pada 9 Mei 1978 tersebut. Organisasi ini menjadi wadah kaderisasi para pemuda di Kosgoro, namun selama 22 tahun mengalami hiatus.


Dia menjelaskan Kosgoro lahir sebagai koperasi yaitu Koperasi Simpan-Pinjam Gotong Royong”, 10 November 1957. Koperasi ini diinisiasi oleh pahlawan nasional Mas Isman, yang kemudian berkembang menjadi Koperasi Serba-Usaha Gotong Royong”. Selanjutnya, pada 1966 namanya berubah menjadi Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong, karena dalam perjalanannya Kosgoro juga mengembangkan bidang-bidang kemasyarakatan lain, diantaranya bidang hukum, kewiraswastaan dan pendidikan.

"Kosgoro menyadari bahwa sumber kekuatan nasional dan sumber kekuatan terletak pada rakyat, khususnya pada kaum tani sebagai penghasil utama pangan, kemudian diikuti kaum buruh dan nelayan," tuturnya.

Baroto Ario menambahkan, Kosgoro lahir dari para pemuda pejuang  yang didukung Ir Soekarno karena merasa partai-partai saat itu tidak bisa memenuhi aspirasi mereka untuk melanjutkan misi pengabdian kepada rakyat dan tanah air. Ia menegaskan, Kosgoro merupakan organisasi yang tidak berafiliasi pada partai politik dan tidak menganut ideologi selain Pancasila, dengan dasar UUD 1945.

"Ini senada dengan pidato yang disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro, Hayono Isman, pada penutupan Musyawarah 6 Maret 2016, bahwa KOSGORO sampai saat ini tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun," cetusnya.

Baroto Ario menjelaskan, sebagian besar awam tidak menyadari perbedaan mendasar antara Kosgoro dan Kosgoro 1957 yang menjadi sayap partai Golkar. "Perlu diketahui, Mas Isman mendirikan Kosgoro sebagai koperasi pada tahun 1957, sementara Golkar dibentuk pada tahun 1964. Memang keduanya pernah menjadi bagian dari Sekretariat Bersama Golongan Karya, namun kemudian Kosgoro Mas Isman pada tahun 2004 kembali menjadi organisasi kemasyarakatan yang independen," paparnya.
 
Pihaknya bertekad untuk meneruskan pemikiran Mas Isman, yakni menjadikan organisasi ini terbuka untuk siapa saja, termasuk anggota partai manapun.  Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan jelas, misalnya, Hayono sendiri adalah kader partai Demokrat. Sedangkan, kata dia, beberapa anggota dan pengurus Kosgoro lainnya juga wajah-wajah familier lintas partai. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya