Berita

net

Bisnis

BI: Masih Sehat Tapi Berisiko, Utang Luar Negeri Indonesia Melebihi Rp 4.000 Triliun

MINGGU, 20 MARET 2016 | 17:59 WIB | LAPORAN:

Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia per Januari 2016 mencapai USD 308 miliar atau tumbuh 2,2 persen dari tahun ke tahun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Desember 2015 yang tercatat 5,8 persen dari tahun ke tahun. Dengan kurs Rp 13.000 per USD maka utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 4.004 triliun.

BI menilai, jumlah utang luar negeri tersebut masih sehat, namun risikonya terhadap kondisi perekonomian tetap perlu diwaspadai. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang dari sektor swasta.

Statistik BI menunjukkan jika perlambatan pertumbuhan utang luar negeri terjadi pada sektor publik dan swasta. Per Januari 2016, utang luar negeri sektor publik sebesar USD 143,4 miliar atau 46,6 persen dari total utang luar negeri, dan swasta USD 164,6 miliar atau 53,4 persen dari total utang luar negeri.


Utang luar negeri publik tumbuh menjadi 5,7 persen dari tahun ke tahun pada Januari atau lebih rendah dari pertumbuhan Desember 2015 yang 10,2 persen. Sementara utang luar negeri swasta turun 0,7 persen pada Januari lalu setelah tumbuh sebesar 2,2 persen pada Desember 2015.

Dalam keterangan yang diterima redaksi (Minggu, 20/3), BI mencatat utang luar negeri terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri sektor-sektor itumencapai 76,2 persen terhadap total utang luar negeri swasta.

Dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor keuangan, industri pengolahan, dan listrik, gas dan air bersih melambat, sementara pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan mengalami kontraksi lebih dalam.

Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang yang meliputi 87,4 persen dari total utang luar negeri. Utang luar negeri berjangka panjang mencapai USD 269,1 miliar, terdiri atas USD 140,7 miliar atau 52,3 persen utang luar negeri publik dan USD 128,4 miliar atau 47,7 persen utang luar negeri sektor swasta.

Utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 4,8 persen dari tahun ke tahun pada Januari 2016, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2015 sebesar 8,6 persen dari tahun ke tahun.

Sementara, utang luar negeri jangka pendek tercatat sebesar USD 38,9 miliar atau 12,6 persen dari total utang luar negeri, terdiri atas utang luar negeri sektor swasta USD 36,2 miliar atau 93 persen dan utang luar negeri sektor publik sebesar USD 2,7 miliar atau 7 persen. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya