Berita

dede yusuf/net

Politik

Dede Yusuf: Pelayanan BPJS Kesehatan Tidak Siap Terima Lonjakan

SABTU, 19 MARET 2016 | 09:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

DPR RI menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kewalahan menghadapi fakta bahwa ada jumlah pasien yang tiba-tiba melonjak setelah negara hadir memberikan pelayanan kesehatan.

"Pada 2013 berubah wajahnya. Dulu orang sakit tidak mau ke rumah sakit karena mahal. Sekarang, istilahnya, orang ramai-ramai pingin sakit. Dulunya rumah sakit menampung 1000 pasien per hari, sekarang bisa 2000-3000 pasien per hari," kata Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, dalam diskusi "BPJS, Antara Sehat dan Sengsara", di Cikini, Jakarta, Sabtu (19/3).

Sejak BPJS Kesehatan hadir, dalam waktu 2 tahun saja sudah terdaftar 163 juta peserta. Masalahnya, lanjut Dede, distribusi pelayanan kesehatan nasional belum merata.


"Ini lonjakan begitu besar, pelayanan belum siap untuk terima lonjakan," katanya.

Dede mengatakan, idealnya BPJS Kesehatan sudah dapat diakses seluruh penduduk Indonesia pada 2019.

Tapi kalau melihat dalam 2 tahun saja ada 163 juta orang yang terdaftar, berarti sudah lebih dari separuh penduduk Indonesia (dengan perkiraan 250 juta orang) yang ter-cover.

"Masalahaya apakah mereka sudah dapatkan layanan terbaik? Atau baru 30 persen yang mendapat layanan baik? Sejauh ini, tingkat respon positif dari masyarakat adalah 78 persen, sisanya mungkin tidak puas. Tapi itu hanya data statistik," terang Dede Yusuf. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya