Berita

hary tanoe/net

Hukum

Perkara Mobile 8 Politis Dan Salah Alamat?

JUMAT, 18 MARET 2016 | 10:58 WIB | LAPORAN:

Pengusaha Hary Tanoesoedibjo memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi restitusi (pengembalian kelebihan) ‎pajak PT Mobile 8 pada 2007-2009.

Sebagai mantan Komisaris PT Mobile 8, Hary Tanoe optimistis tidak akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Apalagi dirinya tidak tahu menahu soal adanya dugaan korupsi restitusi pajak di perusahaan telekomunikasi itu.

Kemarin, di Gedung Pidsus Kejagung, Jakarta, ia mensinyalir, kasus ini sarat muatan politis. Apalagi kasus tersebut tiba-tiba mencuat saat dirinya sudah tidak menjadi komisaris di PT Mobile 8 dan tengah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Perindo.


Bahkan ia menantikan pembuktian atas kasusnya itu. Menurutnya, hal yang dihadapinya ini biasa dalam politik. Sebelumnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyatakan tidak ada kerugian negara pada restitusi itu.

"Ini operasional, saya sebagai komisaris. MNC Group itu banyak anak perusahaannya. Kalau ditanya pada saat kejadiannya saya tidak tahu, ini kasus operasional," jelasnya.

"Contoh sederhana saja, sekarang di bawah MNC Group ada RCTI. Tiap tahun bayar pajak mungkin Rp 800 miliar, apakah saya terlibat dalam pembayaran bulanan, PPN, saya tidak terlibat. Itu sudah diatur sesuai ketentuan pajak, meskipun saya CEO MNC Group. Apalagi dalam Mobile 8 saya hanya komisaris," jelas dia.

Karena itu, Ketum Partai Perindo ini optimistis dirinya tidak akan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung dalam perkara ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa meminta agar kasus Mobile 8 dilihat lebih jernih oleh Kejagung. Apalagi pernyataan Kejagung dan Ditjen Pajak berbeda.

Kejagung menganggap, kasus tersebut ada kongkalikong yang menyebabkan adanya kerugian negara. Sementara Ditjen Pajak tidak melihat adanya kerugian negara dari aspek perpajakan.

Karena itu, pihaknya menilai bahwa kasus restitusi pajak seharusnya ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Misalnya kalau ada window dressing, itu kan bukan wilayah kejaksaan, ini wilayah OJK. Nah ini yang menurut kami kalau sudah ke sana tentang window drassing ini sudah wilayah OJK," ujar Desmond kepada wartawan.

Sebelumnya, ada perbedaan pendapat terkait penanganan kasus PT Mobile 8 antara Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung (Jampidus) Arminsyah dengan Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak, Irawan.

Irawan mengatakan, angka pajak keluar dan masuk PT Mobile 8 sudah diperiksa dan hasilnya tidak ada yang diselewengkan. Menurut dia, status restitusi pajak Mobile 8 sudah benar dan tidak menimbulkan kerugian negara. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya