Berita

Kabar Kejati Bidik Bank DKI Sudah Sampai Ke Telinga Ahok

KAMIS, 17 MARET 2016 | 21:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kabar Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tengah mendalami keterlibatan jajaran direksi Bank DKI terkait kasus pengucuran kredit modal kerja dan surat perjanjian kerja sudah sampai ke telinga Ahok.

Gubernur DKI Jakarta yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu mengaku bahwa kabar tersebut disampaikan langsung oleh pihak Kejati.

"Iya beliau (Kejati) sudah ngomong sama saya. Kadang kan ada temuan-temuan itu urusan Kejati lah karena banyak sekali kredit macet yang gak pantas diberikan ada kesalahan itu biar urusan hukum aja. " ungkap dia di Balai Kota, Kamis (17/3).


Disinggung sosok yang dibidik Kejati tersebut, Ahok masih enggan menyebutkan nama.

"Saya gak tau. Yang lama kan kita ganti karena kita merasa ada yang gak bener," pungkasnya.

Sebelumnya, Humas Kejati DKI Waluyo mengatakan pihaknya tengah mendalamiketerlibatan jajaran direksi Bank DKI.

"Kejaksaan sedang mendalami keterkaitan antar jajaran direksi yang menyetujui pemberian kredit tersebut," ujar Waluyo.

Waluyo menjelaskan tahap penyidikan yang tengah berlangsung saat ini akan segera selesai. Untuk selanjutnya dilimpahkan ke penuntutan. Dengan demikian, proses peradilan pun dapat segera berlangsung.

Sekedar diketahui, dua pejabat bank daerah ini ditangkap terkait pengucuran kredit modal kerja dan surat perjanjian kerja sebesar Rp230 miliar kepada PT Lokotama Harum dan PT Mangkubuana Utama. Kedua perusahaan ini akan menjalankan empat proyek yakni pembangunan jembatan di Selat Rengit, pembangunan pelabuhan di Selat Panjang, Meranti, Riau, pembangunan rumah sakit di Kebumen, Jawa Tengah dan Pembangunan Bandara di Kabupaten Paser.

Sayangnya, proyek tersebut mangkrak di tengah jalan. Sementara itu masa kredit berakhir pada Juni 2014 dan tidak dapat dilunasi. Kredit itu sendiri dikucurkan pada Juni 2013. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya