Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Hugo Chavez dan Bung Karno Paling Gigih Hadapi Gempuran Negara Kapitalis

KAMIS, 17 MARET 2016 | 17:05 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa mantan Presiden Venezuela, Hugo Chavez adalah salah satu contoh pemimpin Amerika Latin yang paling gigih untuk melawan praktek-praktek neo-kolonialisme dan neo-imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara kapitalis selama puluhan tahun di kawasan Amerika Latin.

Maka dari itu, tidak heran selama puluhan tahun Hugo Chavez dapat membentuk negara yang kuat dalam hal ekonomi maupun politik.

"Dia mampu menghadapi gempuran dari kekuatan neo-kolonialisme dan neo-imperialiseme," ungkap putri Bung Karno tersebut dalam acara Konferensi dengan tema "Thoughts Force and Work of the Commander Hugo Chaves Frias" di Universitas Bung Karno, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/3).


Rachmawati melanjutkan, bentuk kebijakan Hugo Chavez mencakup politik, sosial, ekonomi yang berpihak pada rakyat Venezuela.

"Seperti menerapkan sistem yang dikenal dengan Bolivarian Mission membentuk Communal Council, membentuk koperasi yang dikelola kaum pekerja, menjalankan reformasi agraria dan menasionalisasi perusahaan-perusahaan minnyak multinasional," terangnya.

Oleh sebab itu, dia menilai perjuangan yang ditempuh Hugo sejalan dengan yang pernah dilakukan ayahnya, Ir. Soekarno.

"Bung Karno mengajarkan agar setiap pemerintahan di sebuah negara merdeka dan berdaulat harus melaksanakan sistem politik ekonomi, budaya yang bebas dari pengaruh dan intervensi kepentingan asing, bebas dari praktek-praktek exploitation de L'homme par L'homme maupun exploitationde nation par nation," beber dia.

Tak ayal, sudah terbukti perjuangan Bung Karno dapat menginspirasi negara-negara lain yang terjajah untuk bangkit, merdeka dan membebaskan diri dari cengkraman neo-kolonialisme dan neo-imperialiseme.

"Bung Karno mampu mengadakan samenbundelling van alle internationale revolutionnaire krachten, negara-negara kawasan Asia-Afrika, Latin Amerika melalui pembentukan new emerging forces (Nefo) untuk melawan dominasi dan hegemoni kekuatan lama neo-kolonialisme imperialisme, the old establish forces (Oldefo)," demikian Rachmawati. [sam]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya