PT Angkasa Pura (AP) II memÂbuka penerbangan perdana dari Jakarta menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara mulai 22 Maret. Penerbangan yang dibuka untuk memajukan pariÂwisata di sekitar Danau Toba itu akan dilayani maskapai Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 NextÂGen 'Explore Jet'.
Direktur Utama PT AngÂkasa Pura II Budi Karya SuÂmadi mengatakan, pihaknya mendukung seluruh maskaÂpai untuk mengembangkan konektivitas penerbangan, khususnya di kawasan Barat Indonesia. Melalui sinergi AP II dan Garuda Indonesia, penÂerbangan ke Silangit tersebut akan dilayani sebanyak tiga kali setiap minggunya.
"Pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen Explore Jet yang memiliki kapasitas seÂbanyak 96 penumpang dengan konfigurasi all economy class. Untuk destinasi Danau Toba hanya sekitar 30 menit hingga 1 jam dari Bandara Silangit. Dengan adanya penerbangan ini, kita harapkan jumlah wisatawan ke Danau Toba meningkat," ujar Budi Karya.
Budi menjelaskan, pemÂbukaan penerbangan Jakarta-Silangit ini secara langsung akan membuka akses pariwisata ke Danau Toba. Sebelumnya, akses ke Danau Toba harus menempuh perjalanan darat dari Medan jika harus terbang lewat Badara Kualanamu.
Dilanjutkan Budi, saat ini perseroan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 130 miliar untuk membangun lanÂdasan pacu, terminal, hingga pemagaran sekitar bandara.
"Investasi sampai Rp130 miliar sampai September. Anggaran itu untuk
runway panjang 2.500 meter, terminal dan pagar," kata Budi.
Menjelang September, GarÂuda hanya dapat menggunakan pesawat bombardier dengan kaÂpasitas 96 orang. Namun, apaÂbila landasan pacu ini selesai dibangun, maka Garuda akan dapat mengoperasikan pesawat Boeing 737 pada penerbangan menuju Bandara Silangit.
Menurut Budi, pengemÂbangan Bandara Silangit akan dimulai dengan melakukan pembangunan terminal banÂdara, dan landasan pacu atau
runway. Terminal Bandara Silangit diharapkan bisa meÂnampung 120 ribu orang per tahun dengan pengembangan landasan pacu menjadi 2,5 kilometer dan lebar 45 meter dari yang sebelumnya hanya lebar 30 meter.
"Tidak hanya itu, dalam pengembangan Bandara SilanÂgit juga akan dibangun tower fasilitas navigasi atau penerbanÂgan yang akan dilakukan oleh Airnav Indonesia," katanya.
Direktur Utama Garuda IndoÂnesia M Arif Wibowo menyamÂbut baik sinergi antara Garuda Indonesia dan AP II tersebut. Arief berharap, kerja sama ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan. Tapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi negara. Khususnya dalam bidang pengembangan pariwisata nasional.
"Pembukaan rute Jakarta-SilÂangit tersebut merupakan bagian dari pengembangan jaringan yang terus kami laksanakan dan komitmen Garuda dalam menÂdukung program pemerintah dalam pengembangan destiÂnasi wisata Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia," jelas Arif. ***