Berita

Sidarto Danusubroto:net

Wawancara

WAWANCARA

Sidarto Danusubroto: Dari Beberapa Pernyataan Presiden Belakangan Ini, Memang Akan Ada Reshuffle

KAMIS, 17 MARET 2016 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rencana perombakan kabinet alias reshuffle sepertinya sudah di depan mata. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto sudah dimintai pendapat terkait hal tersebut.
 
Bekas ajudan Presiden Soekarno ini, Jumat (4/3) mengaku sudah diajak bicara oleh Presiden Jokowi terkait perombakan kabi­net. Berikut penuturan Sidarto kepada Rakyat Merdeka:

Kabarnya, belum lama ini Wantimpres menemui Presiden terkait reshuffle menteri?
Waduh, saya tidak ingin ko­mentar soal itu.

Waduh, saya tidak ingin ko­mentar soal itu.

Memangnya Wantipres ser­ing dimintai pertimbangan oleh Presiden?
Wantimpres termasuk yang teratur memberikan masukan kepada Presiden. Sudah ban­yak, tapi itu nggak boleh kita sampaikan. Baik pertimbangan yang kita kirim maupun yang kita sampaikan secara lisan.

Isinya paling banyak soal apa?
Isinya berbagai macam perkembangan yang perlu kita sampaikan kepada Presiden, baik di bidang politik, hukum, ekonomi, pertahanan keamanan, macam-macamlah. Pokoknya kita beri­kan pertimbangan menurut bi­dang kita masing-masing.

Seberapa sering?
Kalau tertulis bisa setiap wak­tu ya, tidak harus ketemu. Tapi kalau ketemu, mungkin sebulan sekali.

Terakhir kapan ketemu Presiden?
Terakhir rapat dengan Presiden, hari Jumat yang lalu ya, tanggal 4 Maret, 11 hari yang lalu.

Soal kegaduhan di kabinet apakah sempat dibahas?
Waduh... Terlalu detail ini...

Tapi, secara pribadi pasti Anda punya pandangan dalam menyikapi kondisi itu?

Kalau secara pribadi, saya sayangkan ya. Ini bukan soal kita bahas di Presiden, tapi sa­ya pribadi berpendapat bahwa perbedaan itu harus di dalam sidang kabinet. Nggak bisa ke­luar, nggak boleh ya. Itu etika lembaga negara begitu ya.

Bukan soal lapor kepada Presiden saja, tapi pendapat saya pribadi itu tidak boleh jika per­bedaan di dalam rapat masing-masing lalu disampaikan ke luar, itu tidak etis gitu ya.

Barangkali ada menteri yang punya semangat trans­paransi, supaya publik tahu bahwa ada masalah di dalam kabinet. Apa salahnya?

Ya ndak apa-apa, tapi sampaikan di dalam sidang kabinet. Perbedaan itu baiknya di dalam kabinet. Di luar kabinet itu tidak etis.

Tapi benar kan ada rencana reshuffle dalam waktu dekat ini?

Wah kalau itu saya nggak mau bicara. Itu kewenangan Presiden. Nggak bisa itu.

Jika melihat kondisi saat ini, menurut Anda perlu nggak reshuffle?

Ini saya kutip dari beberapa pernyataan Presiden lah bela­kangan ini, bahwa akan ada (reshuffle).

Catatan penting Anda me­nyikapi kondisi saat ini?
Kondisi politik semakin mem­baik kan. Beberapa partai kan sudah merapat, Golkar merapat, PAN merapat. PKS walaupun di luar tetapi juga merapat, dalam arti menghadap Presiden ya.

Artinya, dalam sisi politik, kondisinya semakin baik ya. Dulu ketika awal-awal partai pendukung pemerintah kan minority. Sekarang majority merapat pada pemerintah.

Dari segi ekonomi, tidak ban­yak negara yang survive di tengah perlambatan ekonomi sejak tahun 2012. Hanya sedikit negara yang bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang cukup berat ya. Coba lihat di Asia Tenggara saja.

Kalau kondisinya membaik dan stabil, buat apa sebe­narnya reshuffle?

Stabil itu kan nggak paralel dengan reshuffle. Waktu Pak SBY melakukan reshuffle, wak­tu itu mungkin kondisinya stabil juga kan.

Bahwa terdapat beberapa menteri tidak perform, kiner­janya tidak sesuai harapan. Itu kadang-kadang tidak terkait dengan stabilitas yang dicapai secara makro. Bahwa reshuffle diadakan itu kan terpulang ke­pada Presiden.

Mungkin reshuffle menteri ada kaitannya dengan partai-partai yang merapat itu ya?

Lho, dukungan datang tanpa syarat ini. Mana ada mereka; Pak saya merapat tapi saya diberi kursi. Mana ada begitu.

Masak sih? Dalam politik, itu kan rahasia umum?

Anda kok tahu ada syarat-syarat begitu, saya nggak tahu. Mungkin Anda lebih tahu dari­pada saya... He-he-he...

Tapi Anda tidak memban­tahnya kan?
Yang penting bagi saya, sta­bilitas politik membaik karena majority partai politik merapat, memberikan dukungan kepada pemerintah. Itu kenyataan ya. Jadi secara politik dan ekonomi di mata saya cukup baik ya.

PKB terang-terangan bilang tidak rela jika jatah kursi menterinya berkurang karena dialokasikan ke partai pendu­kung baru?
Wah saya nggak tahu soal itu. Tapi saya harapkan kalau terjadi reshuffle, kalau ya toh, nanti yang dipilih adalah orang yang betul-betul pertimbangan profe­sional dan kemampuannya lebih menguat daripada pertimbangan lainnya ya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya