Berita

net

Bisnis

Inpex Dan Shell Kurangi Karyawan Di Indonesia

RABU, 16 MARET 2016 | 23:55 WIB | LAPORAN:

Inpex Indonesia berencana melakukan downsizing personnel atau pengurangan pekerja sampai 40 persen. Demikian pula Shell akan melakukan restrukturisasi komposisi pekerjanya.

"SKK Migas dapat info dari Inpex bahwa karena sampai dengan Kamis 10 Maret 2016 belum ada keputusan terhadap revisi POD Blok Masela yang sudah diajukan Inpex awal September tahun lalu. Maka Inpex putuskan melakukan downsizing personnel sampai 40 persen total personel di Indonesia," jelas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi dalam jumpa pers di Wisma Mulia, Jakarta, Rabu malam (16/3).

Belum adanya keputusan pemerintah terhadap persetujuan model rencana pengolahan pengembangan (plan of development/POD) Blok Masela, Maluku yang dijadikan alasan Inpex membuat SKK Migas khawatir akan menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia.


Amien menjelaskan, Inpex Indonesia sebenarnya masih sangat mengharapkan keputusan persetujuan revisi POD dapat segera diberikan. Tetapi, seadainya keputusan diberikan saat ini dan yang diputuskan tersebut adalah adalah pilihan-pilihan sesuai dengan rekomendasi SKK Migas, yaitu offshore (FLNG), maka jadwal final investment decision (FID) Blok Masela yang bernilai USD 14 miliar akan mundur lebih dua tahun yaitu sampai akhir 2020.

SKK Migas juga mendapat laporan bahwa CEO Shell telah meminta para teknisinya di Belanda, Kuala Lumpur, dan Jakarta yang bekerja untuk proyek Blok Masela segera mencari pekerjaan baru di internal Shell global.

"Jadi kalau dilihat kebijakan Inpex dan Shell sejalan. Inpex Indonesia masih sangat harapkan persetujuan POD dapat diberikan. Tapi Inpex juga sebutkan bahwa seandainya keputusan diberikan saat ini dan yang diputuskan adalah offshore atau FLNG maka jadwal FID yang senilai USD14 miliar akan mundur 2 tahun, yaitu jadi akhir 2020. Kalau onshore maka mundurnya akan lebih lama," jelas Amien. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya