Berita

foto:net

Bisnis

Bulan Depan, BBM Non Subsisi Juga Bisa Turun

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Cs Rp 200 Per Liter
RABU, 16 MARET 2016 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perusahaan minyak dan gas milik negara PT Pertamina Per­sero kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per 15 Maret 2016. Sejak Selasa lalu, harga BBM seperti Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertalite turun Rp 200 per liter, sementara Pertamina DEX turun Rp 400 per liter.

Melihat tren penurunan ini, di­harapkan harga BBM penugasan seperti Premium dan Solar ber­subsidi ikut turun saat penetapan perubahan harga BBM yang ren­cananya dilakukan pemerintah April 2016.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wi­anda Pusponegoro mengatakan, penurunan harga untuk BBM non subsidi dilakukan Pertamina sejalan dengan masih rendahnya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada harga indeks pasar produk BBM tersebut.


"Penurunan harga ini berlaku sama untuk semua daerah. Se­mentara untuk BBM penugasan seperti Premium dan Solar ber­subsidi tidak berubah," katanya di Jakarta, kemarin.

Wianda mencontohkan, harga Pertamax di Jakarta yang per 1 Maret 2016 dibanderol Rp 7.950 per liter turun menjadi Rp 7.750 per liter mulai 15 Maret 2016.Sementara, harga Pertamax Plus turun dari Rp 8.950 per liter menjadi Rp 8.750 per liter, Pertamina Dex turun menjadi Rp 8.600 per liter dari semula Rp 8.800 per liter, dan Pertalite turun dari Rp 7.700 per liter menjadi Rp 7.500 per liter.

Wianda juga mengatakan, penurunan harga sebesar Rp 200 per liter itu berlaku sama untuk seluruh daerah. Sedang, harga solar atau biosolar nonsubsidi mengalami penurunan Rp 400 per liter di seluruh daerah.

Sebelumnya, per 1 Maret 2016, Pertamina juga menu­runkan harga Pertamax Rp 200 per liter menjadi Rp 7.950 per liter, Pertamax Plus Rp 200 per liter menjadi Rp 8.850 per liter, Pertalite Rp 100 per liter menjadi Rp 7.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp 200 per liter menjadi Rp 8.800 per liter.

Sedangkan, untuk harga pre­mium di luar Jawa-Bali dan solar bersubsidi yang ditetapkan pemerintah, serta premium di Jawa-Bali yang ditetapkan Per­tamina tidak berubah.

Harga premium tetap Rp 7.050 di wilayah Jawa-Bali dan Rp 6.950 di luar Jawa Bali, sedangkan solar bersubsidi tetap Rp 5.650 per liter. Sesuai regu­lasi, pemerintah baru akan men­gevaluasi harga jual premium dan solar bersubsidi tersebut pada April 2016.

Direktur Energy Watch In­donesia (EWI) Ferdinand Hu­tahaean mengatakan, mean of plats Singapore (MOPS) rata-rata bulan Januari hingga Maret 2016 dan kurs rupiah bulan Januari sampai dengan Maret 2016, seharusnya pemerintah bisa menurunkan harga jauh lebih rendah.

"Tapi prediksi kami turunnya tidak jauh beda dengan BBM non subsidi, sekitar Rp 200/liter. Memang harga itu belum men­jadi harga yang sesuai market price, tapi saya nilai harga yang penuh kebijakan," ujar Ferdi­nand kepada Rakyat Merdeka.

Diterangkannya, bila mengacu harga rata-rata MOPS dan kurs rupiah maka harga Premium bisa sangat rendah, dan ini tidak baik dampaknya kedepan bila tiba-tiba harga naik lagi akan men­dongkrak harga barang naik.

"Kita lihat selama ini harga BBM turun tapi tidak berdampak pada harga barang. Jadi untuk menghindari dampak buruk nanti bila harga BBM naik yang akan diikuti kenaikan harga barang, sebaiknya harga BBM 1 April nanti tidak terlalu jauh turunnya," katanya.

Tambah Jaringan Pipa


Menurut Wianda, meski tren harga minyak masih menurun, sebagai langkah antisipasi Per­tamina telah melakukan final­isasi Front End Engineering De­sign (FEED) pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Jawa periode 2016-2019 sepanjang 956 kilometer.

"Ini dilakukan untuk menghin­dari Indonesia dari krisis BBM lantaran tidak memiliki cadangan nasional. Penambahan jaringan pipa ini juga bagian dari rencana jangka panjang perseroan untuk meningkatkan cadangan BBM nasional," ujarnya.

Dijelaskan Wianda, saat ini Pertamina hanya memiliki cadan­gan operasional selama 22 hari untuk BBM dan 12 hari untuk liquified petroleum gas (LPG).

Vice President Technical Ser­vices Direktorat Pemasaran Pertamina Sofyan Yusuf me­nambahkan, Pada tahap awal, Pertamina akan membangun pipa sepanjang 401 km yakni Lomanis-Rewulu sepanjang 180 km, Lomanis-Tasikmalaya 128 km, dan Cikampek-Plumpang II sepanjang 93 km. "Saat ini FEED dalam proses penyelesa­ian. Diharapkan akhir tahun ini konstruksi sudah bisa dimulai," ujar Sofyan.

Lahan untuk jalur pipa direncanakan menggunakan la­han eksisting Cirebon-Bandung dan Cilacap-Yogyakarta, selain memanfaatkan lahan di sisi jalur kereta api. Pipa yang dibangun nantinya mengalirkan BBM jenis premium, diesel, pertalite, dan pertamax.

"Pertamina berencana me­nambah jaringan pipa untuk menyalurkan BBM saat ini yang panjangnya mencapai 1.283 km. Mengingat, total kebutuhan pengembangan pipa di seluruh Jawa mencapai 2.239 km," ka­tanya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya