Berita

net

Bisnis

Pemerintah Harus Lindungi Pengusaha Lokal

RABU, 16 MARET 2016 | 03:30 WIB | LAPORAN:

Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) para pengusaha lokal tentu harus bisa bersaing dengan pengusaha asing baik di dalam negeri maupun dunia Internasional. Untuk dapat bersaing, maka kualitas manajemen, produk, hingga pelayanan harus dikedepankan.

Karena itu, setiap perusahaan besar yang jangkauannya luas pasti menggunakan atau memiliki sendiri lembaga atau bagian yang memastikan mutu produknya bisa diterima oleh konsumen. Namun masalahnya, saat ini koperasi atau UKM belum bisa seperti perusahaan besar dalam menjaga dan meningkatkan standar mutunya untuk bisa diterima secara internasional.

"Pemerintah harus bisa melindungi pengusaha lokal dengan membantu memasarkan produk dalam negeri. Dan ikut serta menjaga dan meningkatkan kualitasnya sesuai dengan standar internasional," jelas Ketua Harian DPP Partai Gerindra Moekhlas Sidik di Jakarta, Rabu (16/3).


Sehingga, lanjutnya, kesempatan untuk merebut pasar Asean yang terbuka seperti saat ini tidak sia-sia. Apalagi, pemerintah tengah gencar mengajak masyarakat untuk berkoperasi dan membangun usaha kecil dan menengah (UKM).

Namun, hal itu tidak berbanding lurus dengan kebijakan pemerintah yang dengan jelas membuka keran masuknya investor asing ke Indonesia. Mengingat, pada rapat kabinet terbatas akhir tahun lalu, Presiden Joko Widodo meminta para menteri bidang ekonomi untuk mempercepat proses perizinan investasi bagi investor asing.

"Kita butuh bukti nyata dari pemerintah sesuai dengan janji kampanye yang ingin menguatkan produk dalam negeri. Apalagi, sekarang izin investasi pengusaha asing sudah dipermudah. Jangan sampai produk UKM kita kalah saing dengan produk asing," tutur Moekhlas.

Dia menambahkan, jika pemerintah tidak bisa melindungi produk dalam negeri dari derasnya produk asing di era MEA maka dapat mengancam keberadaan produk lokal itu sendiri. Dan secara perlahan membunuh pengusaha lokal.

"Tentunya konsep Trisakti Bung Karno yang selama ini selalu dikampanyekan Presiden Jokowi terutama dalam poin Berdikari dalam bidang ekonomi bisa terwujud nyata dan tidak hanya sebatas slogan saja," tutup Moekhlas. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya