Berita

Bisnis

Bantu Nelayan, Rizal Ramli Minta Google Serius Garap Project Loon

SELASA, 15 MARET 2016 | 13:19 WIB | LAPORAN:

Akses komunikasi masih menjadi salah satu masalah utama masyarakat Indonesia.

Banyak masyarakat di pulau-pulau terpencil dan kawasan pegunungan tidak bisa menikmati akses komunikasi seluler, lantaran pembangunan menara operator tidak menjangkau mereka di samping biaya yang tinggi.

Karena itu, Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, bersama Google Indonesia akan segera menjalankan program yang disebut Project Loon, menggunakan balon udara yang berguna sebagai pemancar sinyal. Balon terbang akan mengelilingi khatulistiwa Indonesia sehingga semua masyarakat, baik yang berada di tengah laut atapun puncak gunung, bisa menggunakan ponsel.
 

 
"Ini seperti mobile tower yang bergerak terus di udara, ada transmiternya. Jadi semua orang bisa menikmati sinyal ponsel," jelas Rizal di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa (15/3).

Rizal secara khusus meminta agar Google memberikan layanan khusus atas proyek ini. Salah satu perhatiannya agar kalangan nelayan bisa mengetahui kondisi cuaca dan saling berkomunikasi untuk keperluan transaksi.

"Kami minta, nelayan-nelayan juga diberi manfaat itu. Bisa mendukung transaksi ikan tangkapan mereka," sambungnya.

Project Loon masih dalam tahap eksperimen. Nanti setelah satu tahun berjalan, akan ditindaklanjuti oleh operator-operator di Indonesia. Akan ada sekitar 100 satelit yang diterbangkan setinggi 30 ribu kaki di langit Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, CEO Project Loon, Mike Cassidy, menyebut langkah ini sebagai kerjasama yang hebat antara pihak Google dengan pemerintah Indonesia.

"Kita membawa orang-orang bisa terkoneksi di manapun berada. Ini akan membawa manfaat sosial dan ekonomi," kata dia. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya