Berita

Ribuan Sopir Angkutan Umum Demo Ahok Tutup Uber Dan Grab Car

SENIN, 14 MARET 2016 | 10:19 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ribuan sopir angkutan umum dari Persatuan Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) melakukan unjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/3) pagi.

Salah seorang koordinator tim gabungan dari Taxi Express, Sodikin, mengatakan unjuk rasa untuk menyampaikan agar pemangku kepentingan menegakkan aturan terkait broperasinya angkutan ilegal berplat hitam berbasis aplikasi internat, seperti Uber dan Grab.

"Pada hakikatnya Uber dan Grab Car menyerobot beberapa izin. Termasuk merampok mata pencaharian kami. Mereka telah merampas hak kami sebagai angkutan umum yang telah berjuang bertahun-tahun melayani masyarakat dengan baik. Mereka menghancurkan sistem transportasi yang ada di Jakarta terutama," ungkap Sodikin.


Dia menyebut pengoperasian jasa angkut dengan sistem perusahaan start up melangar undang-undang lalu lintas tahun 1992, mengenai angkutan umum dan jalan raya.

"Sebagai penghubung perusahaan asing yang ada di Indonesia mereka tidak ada Kir, tidak ada izin usaha. Kami tidak punya izin saja kami dilarang," tegasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama beserta pemangku kepentingan lainnya untuk segera menutup layanan aplikasi tersebut.

"Saya minta kepada pejabat berwenang untuk gubernur, presiden, atau Kominfo untuk menutup aplikasi Uber dan Grab," imbuhnya.

Dari laporan yang diterima Polda Metro Jaya, estimasi massa dalam unjuk rasa nanti sekitar 2.000 orang yang terdiri dari 800 sopir taksi, 200 sopir angkutan bus kecil, 800 sopir angkutan lingkungan, dan 200 sopir bus kota. Setelah perwakilan bertemu Ahok, para demonstran akan melanjutkan unjuk rasa di Istana Negara dan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).[dem]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya