Berita

Dunia

3 Juta Orang Demo Anti Ban Ki-moon

SENIN, 14 MARET 2016 | 07:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak kurang dari 3 juta orang dilaporkan ikut serta dalam demonstrasi di ibukota Kerajaan Maroko, Rabat, hari Minggu kemarin (13/3). Demonstrasi digelar sebagai dukungan terhadap integritas wilayah kerajaan itu dan kecaman terhadap Sekjen PBB Ban Ki-moon yang beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan keliru terkait status Sahara.

Menurut Hespress yang memiliki oplah terbesar di Afrika Utara, demonstrasi kemarin merupakan yang terbesar dalam sejarah Maroko.

Long march secara resmi dimulai dari Bab Chellah pukul 10.00 waktu setempat. Namun hampir seluruh ruas jalan di Rabat dipenuhi oleh masyarakat. Masyarakat membludak di sepanjang Jalan Raya Muhammad V, yang merupakan salah satu jalan utama Rabat. Begitu juga Achouhadae Square seakan tam mampu menampung lautan manusia.


Lagu kebangsaan Maroko dan lagu-lagu nasional lainnya seperti Laayoune aniya Wa Sakya Hamraniya terdengar berkumandang sepanjang demonstrasi. Begitu juga dengan teriakan-teriakan yang memberikan dukungan terhadap integrasi wilayah Maroko.

Di antara yang disampaikan demonstran adalah tuntutan agar Minurso, badan PBB yang mengawasi proses gencatan senjata di Sahara, segera angkat kaki.

Selain demonstran, ribuan polisi juag disiapkan berjaga-jaga di banyak titik di Rabat untuk menghadapi berbagai kemungkinkan yang tak diinginkan.

Demonstrasi raksasa ini digelar oleh berbagai partai politik dan organisasi di Maroko serta serikat pekerja.

Maroko merupakan kerajaan tertua di dunia yang berdiri pada abad ke-8. Di tahun 1912, menyusul gelombang kolonialisasi Eropa di benua Afrika pada akhir abad ke-19, Prancis dan Spanyol membagi dua wilayah kerajaan itu. Prancis menjadi protektorat di wilayah utara Maroko, sementara Spanyol menjajah wilayah selatan Maroko yang juga dikenal sebagai Sahara Barat.

Pada tahun 1956, Prancis meninggalkan wilayah utara Maroko. Sejak itu, upaya para pejuang Maroko menyatukan kembali wilayah kerajaan Maroko semakin diintensifkan dan mendapatkan momentum pada tahun 1975, ketika Spanyol angkat kaki menyusul krisis ekonomi di dalam negeri.

Di saat bersamaan, Perang Dingin memberikan konsekuensi baru. Uni Soviet mendorong Aljazair untuk menguasai wilayah Sahara yang ditinggalkan Spanyol. Lahirlah kelompok Polisario di Tindouf, Aljazair, yang mengaku sebagai pemilik Sahara Barat. Maroko sempat terlibat dalam perang panjang melawan Polisario yang didukung Aljazair dan negara-negara blok Timur di kawasan itu, termasuk Libya. Tekanan Aljazair menurun setelah pada tahun 1991 bersamaan dengan kehancuran Uni Soviet.

Sampai kini masih ada dua wilayah Maroko yang berada di bawah kolonisasi Spanyol, yakni Ceuta dan Melilla. Keduanya berada di tepi Laut Mediteranian. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya