Berita

ilustrasi/net

Politik

Jawa Trail Solo Hipnotis Pengunjung ITB Berlin 2016

MINGGU, 13 MARET 2016 | 20:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Empat jenis tari kreasi baru bertema nusantara menghipnotis pengunjung Internationale Tourismus Borse atau ITB Berlin 2016.

Lima penari asli Jawa Tengah yang tergabung dalam Kelompok Solo Dance Studio, Jawa Trail, tampil ekspresif dengan gaya tari yang rancak dinamis.

Ke-4 gubahan Eko Pece  Supriyanto, dancer yang ngetop setelah sukses menjadi penari latar Madonna itu adalah Tari Gondang Batak, Tari Tapak Sayap Berjapin, Tari Legong Kipas dan Tari Tregel Banyumasan.


"Tari Gondang Batak kolaborasi antara vokabuler tari tradisi Jawa dengan musik Batak. Ini tarian khusus selamat datang, di tampilkan biasanya di awal pertunjukan untuk memberi suasana ceria dan jenaka," kata penari Putri Pramesti, yang lulus S-2 tahun 2014 itu.

Tarian yang menggunakan kostum Jawa bersarung batik itu dipuji banyak orang, termasuk menjadi objek foto-foto bagi bule yang ikut terkagum-kagum. Tari itu pernah ditampilkan di program Indonesia Mencari Bakat tahun 2103, mengiringi Sandrina, si penari jaipong yang kecil itu.

"Tari ini juga pernah ditampilkan di Dance Box Festival di Osaka Jepang, 2006. Durasinya sebenarnya bisa 9-10 menit, tapi di Berlin hanya dimainkan 5 menit saja," kata Danang, Asisten Dosen Koreografi ISI Solo.

Beda lagi dengan tarian Tapak Sayap Berjapin Melayu, yang sama-sama ciptaan Eko Pece. Tari ini sangat Melayu, dengan musik yang khas. Tarian ini pernah menjadi juara favourite di Festival Tari Tradisi Melayu 2009 di Palembang.
"Koreografernya saat itu Faturrahman Bin Said, orang Singapore. Kami mewakili Jawa Tengah," jelas Putri yang belajar di jurusan Pengkajian Seni.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi tari-tarian anak-anak Kelompok Solo Dance itu.

"Penampilannya oke, gerakannya gesit, kelihatan sekali mereka mempelajari filosofi menari. Semua jenis tariannya dibawakan dengan sangat menghibur dan penuh keceriaan," kata Arief Yahya yang juga penggemar cerita wayang Jawa itu.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya