Berita

johan budi/net

Politik

Johan Budi Hanya Etalase Pencitraan Antikorupsi

MINGGU, 13 MARET 2016 | 17:14 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menyatakan silang pendapat para menteri yang menjadi pembantunya di Kabinet Kerja merupakan dinamika biasa dan dapat menjadi pembelajaran publik, mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Namun anehnya, Jurubicara Presiden Johan Budi Sapto Prabowo malah memberi pernyataan bahwa Presiden Jokowi marah dengan situasi terkini terkait diskursus metode pengelolaan kilang gas Blok Masela antara Menteri ESDM Sudirman Said dengan Menko yang menjadi atasannya, Rizal Ramli.

Ada yang mengaitkan kemungkinan kongkalingkong Johan Budi, Sudirman Said dan Wapres JK. Publik menilai mereka sedang bersekongkol untuk menyingkirkan Rizal Ramli, menteri anti neolib dan anti pengpeng (penguasa-pengusaha). Penilaian ini bukannya tanpa alasan sebab selain dikenal sebagai anak didik pendiri jaringan Masyarakat Tranparansi Internasional (MTI), Erry Riana, justru pernyataan Johan Budi berbeda dengan Presiden Jokowi.


"Kita semakin bertanya, sebenarnya apa fungsinya Jubir ini. Banyak yang mengatakan jangan-jangan yang disampaikan Johan Budi itu bukan representasi dari presiden," ujar Managing Director Partisipasi Indonesia, Arie Ariyanto, dalam diskusi bertema "Nasib Nawacita?" di Jakarta, Minggu (13/3).

Arie beranggapan, posisi Johan Budi di Istana saat ini hanyalah semacam etalase pencitraan belaka. Posisi Johan Budi dengan latar belakang beberapa periode menjadi jubir KPK tak lebih untuk memperkuat citra bahwa pemerintah memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap pemberantasan korupsi.

"Jadi semacam pencitraan, dibuktikan dengan figur pemberantas korupsi dalam pemerintahan berada di dalam etalase terdepan," kata Arie.[dem]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya