Berita

manager nasution/net

Komnas HAM: Kalau Kabar Dari Klaten Benar, Densus 88 Harus Dievaluasi

SABTU, 12 MARET 2016 | 09:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengaku menerima laporan dari masyarakat bahwa Siyono, terduga teroris, telah meninggal dunia, Senin kemarin (11/3), dalam pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri. Siyono adalah warga Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Siyono ditangkap Densus 88 pada 9 Maret 2016. Dan pada 10 Maret 2016, rumahnya di Brengkungan yang juga dipakai untuk TK/Raudhatul Athfal Muhammadiyah digerebek, sehingga puluhan anak-anak TK yang ada di situ menangis karena ketakutan.

Jelas Maneger, sebaiknya pihak Kepolisian atau Densus 88 mengklarfikasi hal tersebut ke publik.


Menurutnya, siapa pun yang mencintai kemanusiaan tidak setuju dengan tindakan kekerasan apalagi terorisme. Karena itu bertentangan dengan HAM yang adil dan beradab. Hanya cara pencegahan dan penidakannya tidak boleh dengan cara yang tidak adil dan tidak beradab.

"Sekira berita di atas benar adanya, ini benar-benar sudah melampaui batas kewarasan nalar kemanusiaan. Bangsa ini harus mengevaluasi Kepolisian/Densus 88," ujar Maneger kepada redaksi, Sabtu (12/3).

Selain itu, lanjut Maneger, DPR sebaiknya mempertimbangkan kembali kenaikan anggaran BNPT/Densus 88. Menurutnya, dengan pendanaan seperti sekarang saja, kinerjanya sedemikian mengecewakan, apalagi kalau ditambah.

"DPR pun patut hati-hati dengan rencana revisi UU Pemberantasan Terorisme. Dengan UU yang ada sekarang saja perlakuannya sudah sedemikian keterlaluan, apalagi kalau kewenangannya diperkuat?" ungkapnya.

Sekali lagi, tambah Maneger, jika aduan di atas benar, semua komponen bangsa yang mencintai kemanusiaan yang adil dan beradab harus bersatu mengingatkan bangsa ini utamanya Kepolisian, BNPT dan Densus 88 agar mengakhiri drama kemanusiaan.

"Masyarakat sungguh sudah memahami peristiwa yang sebenarnya. Kepolisian, BNPT dan Densus 88 harus dievaluasi soal pencegahan dan penindakan terorisme," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya